KONAWE SELATAN, PERDETIKNEWS.COM – Proses pengadaan Peningkatan Jalan Punggaluku–Ambesea di Kabupaten Konawe Selatan kembali bergulir setelah tender sebelumnya dinyatakan batal.

Tender terbaru yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga mencatat jumlah peserta yang cukup besar. Sebanyak 58 peserta tercatat mengikuti proses tender dengan Kode Tender 10161523000.

Paket pekerjaan tersebut bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026, dengan nilai pagu Rp9.291.900.000 dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp9.291.762.000. Metode yang digunakan adalah tender pascakualifikasi satu file dengan sistem harga terendah sistem gugur.

Berdasarkan uraian singkat pekerjaan, paket Peningkatan Jalan Punggaluku–Ambesea memiliki ID RUP 66868202.

Lingkup pekerjaan yang tercantum dalam dokumen adalah penyelenggaraan jalan provinsi.

Untuk pelaksanaannya, waktu pekerjaan ditetapkan selama 90 hari kalender dengan jenis kontrak harga satuan.

Dengan demikian, paket ini tidak hanya berbicara mengenai proses tender, tetapi merupakan bagian dari penyelenggaraan infrastruktur jalan provinsi yang berada di wilayah Kabupaten Konawe Selatan. Data pengadaan juga mencatat paket tersebut berada di bawah Satuan Kerja Sumber Daya Air dan Bina Marga Provinsi Sulawesi Tenggara.

Tender jalan tersebut sebelumnya sempat dinyatakan Tender Batal.

Berdasarkan data pengadaan dengan Kode Tender 10127456000, pembatalan merujuk pada surat Kepala Dinas SDA dan Bina Marga Provinsi Sulawesi Tenggara Nomor B/600-1/1128/VIII/2026 tanggal 5 Agustus 2026 mengenai penyampaian hasil reviu atas laporan hasil pemilihan paket pekerjaan Peningkatan Jalan Punggaluku–Ambesea.

Pembatalan tersebut juga merujuk pada Berita Acara Rapat Reviu Atas Laporan Hasil Pemilihan Paket Pekerjaan Peningkatan Jalan Punggaluku–Ambesea tanggal 12 Agustus 2026.

Pada tender sebelumnya, tercatat 40 peserta mengikuti proses pemilihan.

Data tender sebelumnya juga menunjukkan adanya proses evaluasi terhadap sejumlah peserta. Beberapa peserta dinyatakan tidak memenuhi ketentuan karena persoalan personel manajerial, ketidaksesuaian sertifikat kompetensi, tidak mengikuti klarifikasi, serta persoalan yang disebut berkaitan dengan larangan pertentangan kepentingan.

Dalam data tersebut, CV Philadelphia tercatat sebagai pemenang dengan harga penawaran dan harga terkoreksi sebesar Rp8.647.613.183,63.

Namun, paket tersebut kemudian berstatus Tender Batal, sehingga proses pemilihan kembali dilakukan melalui tender berikutnya.

Pada proses terbaru, jumlah peserta meningkat dari 40 menjadi 58 perusahaan.

Persaingan harga juga terlihat cukup kompetitif.

Dari daftar peserta yang tercantum, CV Pesona Nusantara Sukses mengajukan penawaran terendah sebesar Rp8.063.035.661,52.

Di posisi berikutnya terdapat CV Kerhin Rezkytama dengan penawaran Rp8.104.415.353,30 dan CV Fajar Berkarya sebesar Rp8.225.200.000.

Sejumlah peserta lainnya antara lain CV Adifa Cahaya Lestari dengan Rp8.287.586.102,22, CV Eka Prima Jaya Rp8.318.944.528,02, CV Rezki Sarana Konstruksi Rp8.382.634.020,55, serta CV Sangia Wita Rp8.443.111.139,72.

Ada pula CV Dzaky Shalih Pratama dengan penawaran Rp8.626.553.457,35, CV Wahar Grup Rp8.638.833.810,41, CV Olymphus Prima Mandiri Rp8.699.009.313,02, CV Insinyur Geometri Rp8.731.675.910,80, dan CV Sayyid Pratama Sultra Rp8.820.130.657,20.

Meski persaingan harga menunjukkan adanya penawaran yang berada cukup jauh di bawah HPS, posisi penawaran terendah belum dapat dimaknai sebagai penetapan pemenang.

Data SPSE menunjukkan tender terbaru masih berada pada tahap evaluasi administrasi, kualifikasi, teknis, dan harga.

Artinya, seluruh peserta masih harus melalui proses evaluasi sesuai dokumen pemilihan. Selain harga, peserta harus memenuhi persyaratan administrasi dan legalitas, termasuk kepemilikan SBU dan NIB yang sesuai, validitas kewajiban perpajakan, serta persyaratan kapasitas hukum perusahaan.

Persyaratan teknis juga menjadi bagian penting. Peserta diwajibkan memiliki pengalaman pekerjaan konstruksi dalam empat tahun terakhir serta memperhitungkan Sisa Kemampuan Paket (SKP).

Dengan nilai paket mencapai lebih dari Rp9,29 miliar dan waktu pelaksanaan yang ditetapkan selama 90 hari kalender, kualitas proses pemilihan penyedia menjadi bagian penting sebelum pekerjaan masuk ke tahap pelaksanaan.

Pemerintah tidak hanya dituntut mendapatkan harga yang kompetitif, tetapi juga memastikan perusahaan yang nantinya ditetapkan mampu memenuhi persyaratan dan melaksanakan pekerjaan sesuai kontrak.

Bagi masyarakat Konawe Selatan, paket ini memiliki arti penting karena lingkupnya merupakan penyelenggaraan jalan provinsi. Karena itu, perhatian publik nantinya tidak hanya tertuju pada siapa pemenang tender, tetapi juga pada kualitas pekerjaan setelah kontrak berjalan.

Tender ulang dengan jumlah peserta yang lebih besar menunjukkan bahwa proses pemilihan kembali membuka ruang kompetisi bagi lebih banyak pelaku usaha.

Pada saat yang sama, proses evaluasi tetap perlu berjalan secara cermat dan sesuai ketentuan agar keputusan akhir dapat dipertanggungjawabkan secara administratif maupun teknis.

Dengan posisi tender yang masih dalam tahap evaluasi, publik masih perlu menunggu hasil resmi sebelum mengetahui perusahaan yang akan ditetapkan sebagai pemenang.

Perdetiknews.com akan terus mengikuti perkembangan tender Peningkatan Jalan Punggaluku–Ambesea, termasuk hasil evaluasi, penetapan pemenang, hingga pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

 

Sumber: SPSE

13 / 100 Skor SEO