KONAWE SELATAN, PERDETIKNEWS.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terus mendorong peningkatan kualitas infrastruktur transportasi melalui pekerjaan Revitalisasi Sisi Darat Pelabuhan Penyeberangan Torobulu di Kabupaten Konawe Selatan.

Proyek yang berada di bawah Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tenggara tersebut kini telah memasuki tahapan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) dalam proses pengadaan.

Berdasarkan data SPSE, paket dengan Kode Tender 10157812000 dan Kode RUP 67513932 tersebut memiliki nilai pagu sebesar Rp11.409.133.933, dengan HPS sebesar Rp11.404.489.000. Jenis kontrak yang digunakan adalah harga satuan, sedangkan metode pemilihannya menggunakan tender pascakualifikasi satu file dengan sistem harga terendah sistem gugur.

Dalam hasil pemilihan yang tercantum pada data pengadaan, PT Jogja Utama Karya tercatat sebagai penyedia yang dipilih.

Perusahaan tersebut mengajukan harga penawaran sekaligus harga terkoreksi sebesar Rp9.123.591.200.

Nilai tersebut berada sekitar Rp2,28 miliar di bawah HPS, atau sekitar 20 persen lebih rendah dari HPS.

Data pengadaan menunjukkan PT Jogja Utama Karya menjadi salah satu dari peserta yang mengajukan penawaran dalam proses tender tersebut. Beberapa peserta lainnya antara lain CV Konstruksi Britania Raya dan CV Tryan Rezky Konstruksi yang masing-masing tercatat mengajukan penawaran Rp9.123.591.200.

Peserta lain mengajukan harga mulai dari Rp9,16 miliar hingga Rp11,1 miliar.

Dengan posisi harga tersebut, proses pengadaan kemudian berlanjut hingga tahapan penunjukan penyedia.

Revitalisasi sisi darat Pelabuhan Penyeberangan Torobulu merupakan paket pekerjaan konstruksi dengan waktu pelaksanaan yang ditetapkan selama 120 hari kalender.

Lokasi pekerjaan berada di Pelabuhan Penyeberangan Torobulu, Kabupaten Konawe Selatan. Paket ini bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026.

Pekerjaan tersebut juga diperuntukkan bagi usaha dengan kualifikasi kecil, dengan persyaratan SBU BS 011 – Konstruksi Bangunan Pelabuhan Bukan Perikanan serta NIB yang sesuai dan masih berlaku.

Sebagai salah satu fasilitas transportasi penyeberangan, Pelabuhan Torobulu memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas masyarakat dan pergerakan kendaraan maupun barang.

Karena itu, revitalisasi sisi darat diharapkan dapat meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendukung pelayanan pelabuhan.

Dokumen pengadaan menetapkan bahwa pekerjaan harus dilaksanakan berdasarkan persyaratan administrasi, kualifikasi dan teknis yang telah ditetapkan. Peserta juga diwajibkan memiliki pengalaman pekerjaan konstruksi dalam empat tahun terakhir serta memperhitungkan Sisa Kemampuan Paket (SKP).

Tingginya minat pelaku usaha juga terlihat dari jumlah peserta tender. Data SPSE mencatat sebanyak 96 peserta mengikuti paket Revitalisasi Sisi Darat Pelabuhan Penyeberangan Torobulu.

Jumlah peserta tersebut menunjukkan adanya kompetisi yang cukup luas dalam proses pemilihan penyedia.

Dalam data evaluasi, terdapat pula sejumlah peserta yang tidak dievaluasi setelah panitia mendapatkan tiga peserta dengan penawaran terendah yang memenuhi persyaratan. Keterangan tersebut tercantum antara lain pada sejumlah peserta dengan nilai penawaran di atas Rp9,9 miliar.

Sesuai jadwal pengadaan, proses tender telah melewati tahapan pengumuman, pemberian penjelasan, pemasukan dan pembukaan dokumen penawaran, evaluasi, pembuktian kualifikasi, penetapan pemenang, pengumuman pemenang serta masa sanggah.

Tahapan berikutnya adalah Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa, yang dijadwalkan berlangsung hingga 8 September 2026.

Sementara penandatanganan kontrak dijadwalkan paling lambat 11 September 2026 sesuai jadwal yang tercantum dalam data pengadaan.

Dengan demikian, proses pengadaan telah memasuki fase penting sebelum pekerjaan fisik dilaksanakan.

Harga penawaran PT Jogja Utama Karya sebesar Rp9.123.591.200 memberikan ruang efisiensi dibandingkan HPS yang ditetapkan sebesar Rp11.404.489.000.

Namun, efisiensi anggaran tetap perlu berjalan seiring dengan pemenuhan spesifikasi teknis dan kualitas pekerjaan.

Sebab, keberhasilan revitalisasi tidak hanya diukur dari besarnya efisiensi dalam proses pengadaan, tetapi juga dari kualitas hasil pekerjaan, ketepatan waktu pelaksanaan, serta kesesuaian pekerjaan dengan kontrak.

Dengan nilai pekerjaan lebih dari Rp9 miliar dan durasi pelaksanaan 120 hari kalender, pengawasan terhadap pelaksanaan di lapangan akan menjadi bagian penting setelah kontrak ditandatangani.

Bagi masyarakat, revitalisasi Pelabuhan Penyeberangan Torobulu diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap peningkatan kualitas fasilitas transportasi dan pelayanan penyeberangan di wilayah Konawe Selatan.

Perdetiknews.com akan terus mengikuti perkembangan proyek ini, mulai dari penandatanganan kontrak hingga progres pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Sumber: SPSE

Editor: Tim Perdetiknews.com

58 / 100 Skor SEO