Tasya Farasya mengaku masih harus menyelesaikan berbagai persoalan meski telah berpisah dari mantan suaminya, Ahmad Assegaf. Di tengah kekecewaan yang dirasakannya, beauty vlogger tersebut memilih tidak menempuh jalur hukum terhadap mantan suaminya demi mempertimbangkan perasaan anak-anak mereka.
Belum lama ini, Tasya mengunggah kondisi rumah mewahnya yang mengalami keretakan. Ia juga mengungkap sejumlah persoalan lain yang disebut menimbulkan kerugian finansial cukup besar.
Melalui media sosial, Tasya meluapkan kekecewaannya karena masih harus membereskan berbagai masalah yang ditinggalkan setelah perpisahan mereka.
“Udah setahun pisah tapi gue masih harus beresin shit yang lo tinggalin, ternyata yang selesai cuma pernikahannya, masalahnya masih gue yang tanggung,” tulis Tasya, dikutip dari TribunSeleb, Senin (26/10/2026).
Biaya Perbaikan Rumah Capai Rp5 Miliar
Tasya mengungkapkan bahwa berbagai persoalan pada rumahnya membuat dirinya harus menyiapkan dana dalam jumlah besar. Ia diperkirakan perlu mengeluarkan biaya sekitar Rp5 miliar untuk memperbaiki sejumlah bagian bangunan tersebut.
Dalam proses pemeriksaan, Tasya juga berkonsultasi dengan seseorang untuk mengevaluasi kondisi rumahnya. Dari hasil pengecekan yang disampaikan dalam rekaman tersebut, ditemukan sejumlah perbedaan antara kondisi aktual bangunan dan angka yang tercantum dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Salah satu bagian yang diperiksa menunjukkan ketidaksesuaian ukuran. Ia menjelaskan bahwa terdapat perbedaan antara ukuran yang seharusnya dengan kondisi di lapangan.
“Ini aktualnya 7,39, sedangkan di RAB di RAB tulisannya 10. Nah, 15,36 padahal seharusnya 16,” demikian penjelasan dalam rekaman yang dibagikan.
Temuan tersebut menjadi salah satu persoalan yang tengah dihadapi Tasya dalam upayanya menyelesaikan perbaikan rumah.
Singgung Dugaan Uang Hasil Penjualan Produk
Selain persoalan rumah, Tasya juga menyinggung masalah keuangan yang menurutnya berkaitan dengan hasil penjualan produk miliknya. Ia mengaku sempat mempertanyakan aliran uang dari aktivitas bisnis yang dijalankannya.
Tasya mengungkapkan kebingungannya karena merasa telah bekerja, tetapi tidak memperoleh kejelasan mengenai uang yang seharusnya diterima.
“Duitnya ilang pecah sih itu,” ungkapnya.
Ia kemudian menceritakan bahwa dirinya sempat mempertanyakan keberadaan uang dari bisnis yang disebut memiliki valuasi hingga Rp100 miliar.
“Tapi kayak, ‘kok gue kerja tapi nggak pernah dapat duit ya dari MOP, ini Rp100 miliar ya valuasinya’. ‘Mana duitnya’,” jelas Tasya.
” Ternyata oh ternyata. Pantes aja,” sambungnya.
Pernyataan tersebut menjadi bagian dari kekecewaan yang diungkapkan Tasya di tengah berbagai persoalan yang masih harus diselesaikannya. Meski demikian, dugaan terkait persoalan keuangan tersebut perlu dipahami sebagai pernyataan dari pihak Tasya dan tidak dengan sendirinya membuktikan adanya pelanggaran hukum oleh pihak lain.
Pilih Tak Tempuh Jalur Hukum demi Anak
Meski mengaku kecewa dan menghadapi berbagai persoalan, Tasya menegaskan bahwa dirinya tidak akan melaporkan Ahmad Assegaf beserta keluarganya ke polisi. Keputusan tersebut, menurut unggahannya, diambil dengan mempertimbangkan kepentingan anak-anak mereka.
“The only reason, gue nggak jadiin lu dan keluarga lu napi adalah gue pikirin anak-anak gue, sampai sini paham ya?” tulis Tasya.
Sebelumnya, Tasya Farasya menggugat cerai Ahmad Assegaf setelah menghadapi sejumlah persoalan dalam rumah tangga mereka. Ibunda Tasya, Ala Alatas, juga pernah mengungkapkan bahwa putrinya mengalami berbagai hal menyakitkan selama menjalani pernikahan.
Ala menilai perceraian tersebut merupakan keputusan terbaik bagi putrinya agar tidak terus menanggung persoalan yang menurutnya tidak semestinya dialami dalam kehidupan rumah tangga.
“Melihat perjalanan rumah tangga Tasya, terlalu banyak hal-hal yang menyakitkan yang Tasya terima. Selain dari penipuan yang terjadi ini,” ungkap Ala.
Ia juga mengaku sedih melihat kondisi yang dialami putrinya, tetapi tetap meyakini bahwa perpisahan merupakan jalan terbaik bagi Tasya.
“Tentunya sedih tapi ya udah ini mungkin yang terbaik buat Tasya daripada Tasya harus menanggung sesuatu yang seharusnya tidak Tasya terima sebagai istri,” sambungnya.
Ala turut mengungkapkan kekecewaannya terhadap mantan menantunya tersebut. Ia menilai telah terjadi pengkhianatan dalam perjalanan rumah tangga Tasya dan Ahmad.
“Saya sudah melihat dari awal perkawinan sampai terakhir dikhianati yang terlalu demikian. Karena pengkhianatan adalah sesuatu yang tidak bisa dimaafkan,” tuturnya.
Di tengah berbagai persoalan yang masih menjadi perhatiannya, Tasya memilih untuk tidak membawa masalah tersebut ke ranah hukum. Keputusan itu disebutnya berkaitan dengan keinginannya untuk menjaga perasaan dan kepentingan kedua anaknya.



Tinggalkan Balasan