KENDARI – Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi, peran mahasiswa kini tidak lagi terbatas pada bangku perkuliahan. Mereka diproyeksikan menjadi pilar utama dalam mengawal transparansi publik. Semangat inilah yang melandasi Komisi Informasi (KI) Provinsi Sulawesi Tenggara saat menggelar kegiatan bertajuk Goes to Campus di Ruang Amphitheater Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, Rabu (13/5/2026).
Kegiatan yang mengangkat tema “Peran Mahasiswa dalam Keterbukaan Informasi Publik” ini menjadi momentum penting bagi civitas akademika. Tidak sekadar seremoni, acara ini menghadirkan kolaborasi strategis antara pemerintah, lembaga negara, dan dunia pendidikan untuk menciptakan ekosistem informasi yang sehat di Bumi Anoa.
Salah satu tonggak utama dalam kegiatan ini adalah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara KI Sultra dan IAIN Kendari. Langkah ini bukan sekadar formalitas di atas kertas, melainkan wujud komitmen bersama untuk memperkuat literasi informasi dan kolaborasi edukatif.
Rektor IAIN Kendari, Prof. Dr. Husain Insawan, menegaskan bahwa kampus harus menjadi wadah bagi mahasiswa untuk bersikap kritis namun tetap berintegritas dalam menyikapi informasi. “Kegiatan ini adalah kesempatan emas. Mahasiswa harus berani menyampaikan hasil kajian, aspirasi, dan pandangannya terkait sejauh mana keterbukaan informasi publik di daerah kita telah berjalan,” ungkap Prof. Husain dalam sambutannya yang disambut antusias oleh ratusan mahasiswa.
Penandatanganan tersebut dilakukan langsung oleh Rektor IAIN Kendari bersama Ketua KI Sultra, serta disaksikan oleh Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sultra, Waode Iis Indriyani, dan Kepala LPP RRI Kendari.
Mewakili Kepala Dinas Kominfo Sultra, Andi Syahrir, S.TP., M.Si., Sekretaris Dinas Kominfo Sultra Waode Iis Indriyani memaparkan materi krusial bertajuk “Transformasi Digital dan Peran Mahasiswa dalam Mengawal Keterbukaan Informasi Publik”. Ia menekankan bahwa transformasi digital adalah keniscayaan yang mengubah pola interaksi antara pemerintah dan masyarakat.
“Tuntutan publik terhadap transparansi pemerintahan semakin tinggi. Di sinilah mahasiswa berperan strategis. Sebagai generasi yang lahir di era digital, kalian diharapkan mampu mengawal, memantau, dan mengawasi penyebaran informasi agar tetap benar dan tidak merugikan masyarakat,” tegas Waode Iis.
Ia juga mengajak mahasiswa untuk menjadi pengguna teknologi yang etis dan produktif. Menurutnya, kampus adalah pusat lahirnya intelektual yang harus mampu menyaring berita bohong (hoaks) sebelum informasi tersebut dikonsumsi oleh masyarakat luas.

Di hadapan para mahasiswa, Waode Iis juga bersikap terbuka mengenai tantangan yang dihadapi pemerintah daerah, terutama terkait kesenjangan akses internet di beberapa wilayah Sulawesi Tenggara. Hal ini menjadi perhatian serius Dinas Kominfo Sultra dalam menjamin hak masyarakat atas informasi.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Dinas Kominfo terus melakukan berbagai langkah strategis, antara lain:
Penguatan SPBE: Mengoptimalkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik agar layanan publik lebih cepat dan transparan.
Layanan PPID: Memperkuat Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) sebagai pintu utama akses informasi publik.
Penyediaan Akses: Terus mendorong pemerataan jaringan internet hingga ke pelosok daerah.
Literasi Digital: Mengedukasi masyarakat agar cerdas dalam memanfaatkan teknologi.
Melalui Goes to Campus ini, diharapkan tercipta sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, Komisi Informasi, dan perguruan tinggi. Keterlibatan mahasiswa sebagai aktor intelektual diharapkan mampu mendorong terciptanya ruang digital yang demokratis di Sulawesi Tenggara.
Mahasiswa tidak hanya menjadi penonton dalam transformasi digital, tetapi menjadi penggerak utama yang memastikan setiap kebijakan pemerintah dapat diakses, dipahami, dan diawasi oleh publik secara luas. Dengan literasi digital yang mumpuni, mahasiswa IAIN Kendari siap menjadi duta keterbukaan informasi yang membawa perubahan positif bagi kemajuan daerah.






Tinggalkan Balasan