Kendari – Rapat Paripurna istimewa HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) di Gedung DPRD Sultra menjadi panggung harmonisasi antara eksekutif dan legislatif.
Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, secara terbuka mengajak anggota dewan untuk meruntuhkan sekat komunikasi demi mempercepat pembangunan daerah.
Dalam rapat yang digelar Kamis (23/4/2026) tersebut, pria yang akrab disapa ASR ini menegaskan komitmennya untuk selalu terbuka terhadap masukan dari para wakil rakyat, tanpa terbatas ruang dan waktu.
“Saya membuka diri kapan saja dan di mana saja untuk menerima informasi serta masukan demi mewujudkan Sulawesi Tenggara yang lebih maju, aman, sejahtera, dan religius,” ujar Andi Sumangerukka yang langsung disambut riuh tepuk tangan hadirin.
Andi Sumangerukka mengakui bahwa selama satu tahun dua bulan masa kepemimpinannya, mungkin terdapat sumbatan komunikasi. Ia pun menyampaikan permohonan maaf dan mengajak semua pihak memulai babak baru yang lebih cair.
“Mari kita buka kran komunikasi yang lebih baik. Tidak ada kata terlambat. Saya berharap kita lakukan pertemuan-pertemuan yang tidak hanya produktif, tetapi lebih menyentuh,” tegas purnawirawan jenderal bintang dua itu.
Sinyal keterbukaan Gubernur tersebut disambut baik oleh Ketua DPRD Sultra, La Ode Tariala. Ia mengungkapkan bahwa salah satu beban psikologis yang menghambat kinerja lembaga legislatif selama tahun 2026 adalah pemangkasan anggaran yang sangat drastis.
“Sejujurnya kita di lembaga ini, anggaran kita itu sedikit sekali. Biasanya pagu yang diberikan setiap tahun itu Rp 50 miliar, namun tahun kemarin kita hanya Rp 16 miliar. Jadi semua tugas konstitusi tidak berjalan normal,” ungkap La Ode Tariala.

Ia menjelaskan bahwa minimnya anggaran berdampak pada operasional, kegiatan reses, hingga tindak lanjut laporan BPK yang membutuhkan kunjungan lapangan. Bahkan, beberapa anggota dewan terpaksa merogoh kocek pribadi untuk menghadiri kegiatan nasional karena ketiadaan biaya perjalanan dinas.
Menanggapi ruang komunikasi yang dibuka Gubernur, La Ode Tariala berencana segera berkoordinasi dengan Sekprov Sultra yang baru menjabat, Fadlan, selaku Ketua TAPD. Ia berharap kebutuhan lembaga (bukan keinginan) dapat segera dibicarakan, baik melalui mekanisme Perkada maupun Anggaran Perubahan.
“Harapan saya, pintu komunikasi yang dibuka Gubernur ini menjadi solusi terbaik. Karena tugas-tugas kami bisa berjalan maksimal ketika didukung anggaran yang memadai,” imbuhnya.
Selain isu komunikasi dan anggaran, Gubernur juga menekankan visi “Produktif untuk Sultra Sejahtera”. Ia mendorong transformasi ekonomi dari basis komoditas mentah ke ekonomi bernilai tambah tinggi.
Suasana paripurna yang sempat serius kembali mencair saat Gubernur menutup sambutannya dengan pantun bertema ‘Kamis Bersepeda’, kebijakan yang sedang ia galakkan di lingkup Pemprov. (red)


Tinggalkan Balasan