Kendari – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus mematangkan pelaksanaan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Memasuki Gelombang ke-9, BPSDM fokus pada penguatan integritas peserta sekaligus menerapkan strategi efisiensi anggaran daerah.
Kepala BPSDM Sultra, Syahruddin Nurdin, S.E., menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan orientasi ini diselenggarakan tanpa membebankan biaya apa pun kepada peserta.
Hal ini disampaikan saat memberikan arahan didampingi Sekretaris BPSDM Sultra Ahmad Yasir dan Kabid Pengembangan SDM Supardin, S.Sos., M.Si.
“Kami sampaikan bahwa pelaksanaan orientasi ini tidak ada pungutan sepeser pun. Semuanya sudah dibiayai oleh pemerintah dan sudah dianggarkan secara resmi agar para peserta bisa fokus penuh pada materi pendidikan,” ujar Syahruddin di Kendari, Rabu (22/4/2026).
Sebagai bentuk optimalisasi anggaran, BPSDM Sultra menerapkan metode pembelajaran gabungan antara tatap muka dan daring (online).
Langkah ini terbukti efektif memangkas biaya operasional tanpa mengurangi kualitas kurikulum yang telah ditetapkan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN).
“Kami melakukan efisiensi dari lamanya waktu penyelenggaraan. Dari yang seharusnya 5 hari penuh secara klasikal, kita modifikasi menjadi 4 hari tatap muka dan 1 hari secara mandiri melalui sistem online. Dengan begitu, biaya pendidikan per peserta dapat kita tekan secara signifikan,” jelasnya.

Pemilihan lokasi di luar gedung kantor pun dilakukan atas pertimbangan teknis yang matang.
Syahruddin menjelaskan bahwa saat ini jaringan listrik di gedung BPSDM sedang dalam proses pemeliharaan oleh PLN terkait penggantian trafo, sehingga fasilitas pendukung seperti pendingin ruangan belum optimal untuk menampung peserta dalam jumlah besar.
Selain fokus pada PPPK, jajaran pimpinan BPSDM Sultra kini tengah menyiapkan fasilitas kantor untuk agenda Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS yang akan dimulai pada 26 April mendatang.
“Gedung BPSDM kita fokuskan untuk persiapan Latsar CPNS yang diikuti sekitar 2.200 orang dalam 15 gelombang. Ini merupakan agenda krusial agar masa percobaan satu tahun mereka sebagai calon pegawai dapat terpenuhi tepat waktu menjadi PNS 100 persen,” tambahnya.
Guna menjaga kekhidmatan orientasi, pihak BPSDM juga mengimbau peserta untuk meniadakan agenda-agenda tambahan di luar kurikulum resmi, seperti acara ramah tamah mandiri.
Hal ini bertujuan agar para peserta tetap berkonsentrasi pada peningkatan kompetensi dan kedisiplinan sebagai ASN.
“Kami ingin para peserta fokus pada substansi materi. Sinergi antara penyelenggara dan peserta sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik demi kemajuan birokrasi di Sulawesi Tenggara,” pungkas Syahruddin.
Senada dengan arahan Kepala BPSDM, salah satu perwakilan peserta, Maulana Iga, menyampaikan apresiasinya atas keterbukaan dan bimbingan yang diberikan oleh pihak penyelenggara. Ia menegaskan komitmen para peserta untuk mematuhi aturan dan mengikuti orientasi dengan tertib.
“Kami sebagai peserta sangat berterima kasih atas fasilitas yang diberikan. Kami berkomitmen untuk fokus pada agenda resmi orientasi dan menjalankan instruksi pimpinan agar kegiatan ini sukses hingga selesai,” tutur Maulana.
Kegiatan orientasi yang diikuti oleh peserta dari berbagai instansi ini diharapkan dapat melahirkan PPPK yang profesional, disiplin, dan berintegritas tinggi dalam melayani masyarakat Sulawesi Tenggara. (red)


Tinggalkan Balasan