ManchesterGary Neville menilai Arsenal bikin satu kesalahan berakibat kalah dari Manchester City. Kesalahan itu terjadi saat The Gunners tak kompak melakukan pressing hingga kebobolan gol kedua.

Arsenal kalah 1-2 dari Man City di Etihad Stadium pada laga lanjutan Liga Inggris, Minggu (19/4/2026). The Citizens unggul lebih dulu lewat Rayan Cherki.

Arsenal sempat menyamakan kedudukan lewat Kai Havertz. Gol Erling Haaland kemudian memastikan kemenangan Manchester Biru.

Hasil ini bikin persaingan juara Liga Inggris semakin ketat antara kedua tim. Man City berpeluang menyamai poin Arsenal di puncak klasemen.

Arsenal masih berada di urutan teratas dengan 70 poin. Mereka hanya berjarak tiga angka dari Man City yang masih punya satu laga tunda.

The Gunners sebenarnya mampu memberikan perlawanan yang sangat baik ke Man City di laga ini. Meski kalah penguasaan bola dengan 41 persen dibanding Man City yang 59 persen tapi, Arsenal tetap bisa memberikan tekanan.

Meriam London total melepas delapan tembakan. Sementara, Man City lebih banyak empat percobaan dengan 12 tembakan.

Legenda Manchester United yang kini menjadi pundit, Gary Neville, menilai Arsenal bikin satu kesalahan fatal yang bikin mereka kalah. Kesalahan tersebut terjadi ketika gol kedua Man City.

Mereka tak cukup kompak dalam melakukan pressing di momen itu. Situasi ini bikin Nico O’Reilly punya ruang yang sangat luas usai menerima umpan dari Gianluigi Donnarumma.

Pergerakan O’Reilly menusuk ke pertahanan Arsenal jadi awal dari gol kedua Man City. Padahal menurut Neville, pressing Arsenal menyulitkan Man City sepanjang laga.

“Entah lini belakang belum maju dan membuat pertahanan rapat di area tinggi lapangan bersama para penyerang, atau para penyerang terlalu maju. Saya rasa mungkin para pemain tengah dan belakang belum maju. Di babak pertama, jika Anda ingat, Gabriel sempat menekan di tepi kotak penalti,” ujar Gary Neville dalam acara podcastnya.

“Arsenal mungkin kelelahan, dan City yang terus menguras tenaga mereka hingga mungkin belum melakukan tekanan penuh seperti di babak pertama. Setengah dari mereka maju dan setengahnya lagi tetap di belakang, dan itulah mengapa ada celah besar dari depan ke belakang.”

“Itulah kesalahan yang menurut saya mereka lakukan pada gol tersebut ketika mereka melakukan serangan balik dan Haaland mencetak gol itu,” jelasnya.(detik.com)

61 / 100 Skor SEO