Teheran – Perang antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran benar-benar menguras duit negeri Paman Sam. Tercatat setengah kuadriliun habis akibat perang ini.

Sebagaimana diketahui, perang AS terhadap Iran masih berlangsung. Pemerintah Iran pun menolak melakukan pembicaraan dengan AS untuk menghentikan perang. Ini disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dia terbuka untuk melanjutkan pembicaraan tentang perang di Timur Tengah.

“Jangan teralihkan oleh sinyal campur aduk presiden ASe — dari ‘tidak ada negosiasi’ hingga ‘kami siap untuk berbicara’,” tulis Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, di media sosial X, dilansir kantor berita AFP, Selasa (15/9/2026).

... ...

“Pertaruhan seputar minyak dan selat telah berubah. Pengendalian kerusakan tidak akan menghentikan apa yang akan datang. Tidak ada pembicaraan sampai syarat-syarat Iran terpenuhi. Titik!” tegasnya.

Hal ini disampaikan setelah Trump pada hari Senin (14/9) waktu setempat mengatakan dia terbuka untuk mengadakan pembicaraan dengan Iran. Ini disampaikan Trump setelah berminggu-minggu mengatakan bahwa masih terlalu dini untuk membuat kesepakatan guna mengakhiri perang.

“Negara Iran yang sedang terpuruk ingin membuat kesepakatan, dengan cepat dan mendesak. Saya akan menentukan apakah AS akan memilih untuk terlibat atau tidak — konsep yang terbuka bagi kami,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya.

Iran telah berulang kali mencantumkan sejumlah tuntutan termasuk ganti rugi perang dan pencabutan sanksi sebagai prasyarat untuk mengakhiri perang dan blokade di Selat Hormuz.

Kuras Duit AS

Perang yang dikobarkan AS terhadap Iran telah menelan biaya sekitar US$ 38 miliar, atau setara Rp 671,9 triliun, tercatat hingga 1 Agustus. Biaya perang itu berpotensi untuk terus bertambah, hingga US$ 3 miliar (Rp 53 triliun) setiap bulannya, selama konflik terus berlanjut.

Laporan soal biaya perang Iran itu, seperti dilansir AFP, Rabu (16/9/2026), disampaikan oleh Congressional Budget Office (CBO), yang merupakan lembaga nonpartisan, pada Selasa (15/9) waktu setempat.

“Per 1 Agustus 2026, konflik bersenjata dengan Iran telah menelan biaya sekitar US$ 38 miliar (bagi Departemen Pertahanan AS),” kata CBO dalam laporannya, merujuk pada perang yang dimulai oleh serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

Ditambahkan oleh CBO dalam laporannya bahwa bergantung pada intensitas kekerasan yang terjadi, biaya perang per bulannya dapat berkisar antara US$ 2 miliar (Rp 35,3 triliun) hingga US$ 3 miliar (Rp 53 triliun), atau bisa lebih, jika konflik berlanjut.

Duit Ganti Amunisi
Angka keseluruhan tersebut, sebut CBO, mencerminkan biaya penggantian amunisi yang telah digunakan dan peralatan yang hilang dalam pertempuran, dan peningkatan biaya bahan bakar bagi militer AS, di antara faktor-faktor lainnya.

Biaya penggantian amunisi yang digunakan hingga 1 Agustus diperkirakan mencapai US$ 21,7 miliar (Rp 383,7 triliun). CBO mencatat bahwa penggantian amunisi ini merupakan komponen biaya terbesar yang ditanggung Departemen Pertahanan AS atau Pentagon dalam konflik tersebut.

Sementara itu, menurut laporan CBO, “biaya peluang utama” bagi Pentagon adalah berkurangnya persediaan rudal pencegat pertahanan, yang menyebabkan persediaan AS menipis untuk beberapa tahun ke depan.

Lebih lanjut CBO memperingatkan bahwa membandingkan laporan pengeluaran untuk rudal pencegat dengan jumlah total yang telah dibeli Pentagon, mengindikasikan bahwa AS “kemungkinan telah menggunakan antara separuh hingga dua pertiga dari persediaan amunisi tersebut sejak Juni 2025”.

Perang Picu Inflasi
Laporan CBO ini disusun menyusul permintaan dari anggota senior pada Komite Anggaran DPR AS, Brendan Boyle, dari Partai Demokrat, bersama sejumlah anggota parlemen Partai Demokrat lainnya.

Pada Juli lalu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth memperkirakan bahwa perang melawan Iran telah menelan biaya US$ 37,5 miliar (Rp 663 triliun).

CBO, dalam laporannya, memperkirakan bahwa dampak utama konflik Iran terhadap perekonomian AS adalah tekanan inflasi akibat gangguan pasokan minyak dan gas alam. Iran membalas serangan AS-Israel dengan memblokir Selat Hormuz, jalur perairan vital bagi pasokan energi global, sehingga memicu lonjakan biaya.

sumber: detik news

Polling Lainnya di Sulawesi Tenggara
Lihat Semua Polling →
Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, S.E., M.M.
Provinsi Sulawesi Tenggara
Polling aktif
Ikut Polling →
dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM
Kota Kendari
Polling aktif
Ikut Polling →
Yusran Akbar
Kabupaten Konawe
Polling aktif
Ikut Polling →
La Ode Darwin
Kabupaten Muna Barat
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Amri Jamaluddin, S.STP., M.Si.
Kabupaten Kolaka
Polling aktif
Ikut Polling →
Irham Kalenggo, S.Sos., M.Si
Kabupaten Konawe Selatan
Polling aktif
Ikut Polling →
Rifqi Saifullah Razak, S.T.
Kabupaten Konawe Kepulauan
Polling aktif
Ikut Polling →
Drs. H. Nur Rahman Umar, M.H.
Kabupaten Kolaka Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
Drs. H. Bachrun, M.Si
Kabupaten Muna
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Muhammad Adios, S.Sos
Kabupaten Buton Selatan
Polling aktif
Ikut Polling →
Dr. H. Azhari, S.STP., M.Si
Kabupaten Buton Tengah
Polling aktif
Ikut Polling →
Alvin Akawijaya Putra, S.H.
Kabupaten Buton
Polling aktif
Ikut Polling →
Afirudin Mathara, S.H., M.H.
Kabupaten Buton Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
Ir. H. Burhanuddin, M.Si.
Kabupaten Bombana
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Haliana, S.E.
Kabupaten Wakatobi
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Yusran Fahim, S.E.
Kota Baubau
Polling aktif
Ikut Polling →
Dr. H. Ikbar, S.H., M.H.
Kabupaten Konawe Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Yosep Sahaka, S.Pd., M.Pd
Kabupaten Kolaka Timur
Polling aktif
Ikut Polling →
62 / 100 Skor SEO