KONAWE – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Sorue Jaya, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, tidak hanya diisi dengan upacara bendera.

Di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tersebut, momentum kemerdekaan menjadi titik penting untuk mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat pesisir.

Salah satunya melalui Soft Launching Kolaborasi Program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) yang melibatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sultra, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), pemerintah daerah, serta sejumlah pelaku industri jasa keuangan.

Sekitar 1.000 orang ikut dalam rangkaian kegiatan yang turut dihadiri Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka, Wakil Gubernur Sultra Hugua, sejumlah anggota DPD RI, Wakil Bupati Konawe Syamsul Ibrahim, Forkopimda, serta masyarakat dan nelayan setempat.

Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, mengatakan program tersebut dirancang untuk memastikan masyarakat pesisir tidak hanya mendapatkan pelatihan, tetapi juga memiliki akses nyata terhadap layanan keuangan.

Menurut Bismi, program penguatan ekonomi masyarakat pesisir dilakukan melalui tiga tahapan, yakni pra-inkubasi, inkubasi, dan pasca-inkubasi.

Saat ini, program di Sorue Jaya telah memasuki tahap pasca-inkubasi.

“Penguatan ekonomi masyarakat pesisir ini kita lakukan melalui tiga tahapan, mulai dari prainkubasi, inkubasi, hingga pascainkubasi,” kata Bismi.

 

Sepanjang Januari hingga Juli 2026, BRI telah menyalurkan kredit kepada 49 debitur dengan total plafon Rp1,527 miliar.

Selain kredit, sebanyak 52 masyarakat pesisir juga telah membuka rekening tabungan. Akses layanan perbankan diperkuat dengan hadirnya satu Agen BRILink di kawasan tersebut.

Penguatan ekonomi tidak hanya menyasar nelayan.

Kelompok perempuan pelaku UMKM juga mendapat akses pembiayaan melalui PNM Mekaar.

Tercatat 23 debitur telah memperoleh pembiayaan dengan total plafon mencapai Rp183,5 juta.

Sementara itu, literasi keuangan juga mulai dikenalkan kepada generasi muda.

Bank Sultra membuka 30 rekening Simpanan Pelajar (SimPel), sedangkan PT BPR Bahteramas Konawe membuka 44 rekening.

Langkah ini diharapkan membiasakan anak-anak nelayan mengenal budaya menabung sejak dini.

Ada pula dukungan yang langsung berkaitan dengan aktivitas nelayan.

Bank Indonesia memberikan 10 unit fish finder untuk membantu nelayan dalam mendeteksi keberadaan ikan.

Teknologi sederhana ini diharapkan dapat membantu nelayan bekerja lebih efektif sehingga waktu dan biaya operasional dapat ditekan.

Dengan dukungan permodalan dan peralatan, nelayan diharapkan tidak hanya bertahan dengan pola usaha lama, tetapi mulai meningkatkan produktivitas dan pendapatan.

Ekosistem ekonomi pesisir yang dibangun OJK Sultra juga mencakup perlindungan sosial.

Sebanyak 22 nelayan Sorue Jaya telah mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dari BPJS Ketenagakerjaan.

Menurut Bismi, perlindungan tersebut menjadi bagian penting karena nelayan merupakan kelompok pekerja yang memiliki risiko cukup tinggi saat menjalankan aktivitas di laut.

“Ke depan, model kolaborasi ini akan terus kita perluas agar bisa menjangkau seluruh nelayan di Sulawesi Tenggara,” jelasnya.

Suasana HUT RI di Kampung Nelayan Merah Putih Sorue Jaya juga dibuat dekat dengan masyarakat.

Selain bazar dan sembako murah, masyarakat mengikuti berbagai perlombaan tradisional seperti tarik tambang, panjat pinang, balap karung dan lari kelereng.

Masyarakat juga mendapat pelatihan gratis untuk meningkatkan keterampilan, mulai dari servis mesin nelayan, ecoprint hingga sablon.

Produk olahan hasil perikanan menjadi salah satu daya tarik, di antaranya teri krispi, sambal tuna asap, bakso ikan, semai ikan, bakso tahu, aplang ikan dan cumi.

Bismi mengatakan penguatan ekosistem keuangan di Sorue Jaya tidak akan berhenti pada kegiatan tersebut.

OJK Sultra berencana membangun financial center di Kampung Nelayan Merah Putih Desa Sorue Jaya.

Pusat layanan tersebut diharapkan menjadi tempat masyarakat pesisir mendapatkan informasi, edukasi, sekaligus akses terhadap berbagai layanan keuangan.

Masyarakat juga diberikan edukasi agar lebih bijak menggunakan pembiayaan dan terhindar dari berbagai bentuk kejahatan finansial.

Booth dan layanan keliling dari OJK, Bank Sultra, BRI, BPR, BNI, BPJS Ketenagakerjaan dan PNM turut hadir selama kegiatan.

Program EKI-KNMP di Sorue Jaya menjadi contoh bagaimana penguatan ekonomi masyarakat pesisir dapat dilakukan secara bersama-sama.

Bukan hanya memberikan kredit, tetapi juga menghubungkan masyarakat dengan tabungan, pembiayaan UMKM, teknologi penangkapan ikan, perlindungan sosial, edukasi keuangan dan pemasaran produk.

OJK Sultra berharap pola kolaborasi tersebut dapat terus dikembangkan ke wilayah pesisir lainnya.

Dengan dukungan KKP, pemerintah daerah dan industri jasa keuangan, Kampung Nelayan Merah Putih Desa Sorue Jaya diarahkan menjadi kawasan pesisir yang semakin produktif, mandiri dan berkelanjutan.

Dari kredit nelayan hingga fish finder, dari tabungan anak nelayan hingga perlindungan BPJS, ekonomi pesisir Konawe kini mulai dibangun dari banyak sisi—agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi mampu tumbuh sebagai pelaku ekonomi yang mandiri. (red)