Kendari – Wali Kota Kendari dr. Hj. Siska Karina Imran menyampaikan pidato penjelasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Kendari, Senin (30/3/2026). Siska membedah rapor hijau ekonomi hingga rapor merah pengangguran di Kota Lulo.
Dalam pemaparannya, Siska menyebut pertumbuhan ekonomi Kendari tahun 2025 naik menjadi 5,16 persen dibanding tahun sebelumnya (4,81 persen). Tak hanya itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kendari melonjak ke angka 86,36 poin.
“IPM kita menempati peringkat ke-6 secara nasional. Ini bukti kualitas hidup warga Kendari terus meningkat,” ujar Siska di hadapan anggota dewan.
Meski ekonomi tumbuh dan angka kemiskinan turun menjadi 4,18 persen, Siska memberikan catatan serius pada sektor tenaga kerja. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat naik dari 5,67 persen menjadi 5,94 persen.
“Kenaikan angka pengangguran ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Kami akan terus mendorong investasi dan penguatan UMKM sebagai solusi di tahun 2026,” tegasnya.
Siska juga merinci realisasi pendapatan daerah yang mencapai Rp 1,5 triliun (90,5% dari target), dengan kontribusi PAD sebesar Rp 409,56 miliar. Di sisi belanja, Pemkot Kendari telah menggelontorkan Rp 1,49 triliun untuk berbagai sektor, termasuk:
Rehabilitasi jalan sepanjang 20,98 km.
Pembangunan jalan lingkungan 32,58 km.
Pembangunan drainase 10,65 km.
Meski infrastruktur dikebut, Siska mengakui masalah sampah dan banjir masih menjadi ‘pekerjaan rumah’ (PR) besar di tahun 2026. Hal ini mendesak diselesaikan mengingat Kendari akan menjadi tuan rumah UCLG ASPAC pada 7-9 Mei 2026.
“Sekitar 250 delegasi dari berbagai negara Asia Pasifik akan hadir. Kami butuh dukungan DPRD untuk menyukseskan event internasional ini,” pungkasnya. (red)



Tinggalkan Balasan