KENDARI — Kondisi penerangan jalan di jalur menuju Bandara Haluoleo, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, menjadi sorotan content creator asal Sultra, Inal Tora.

Sorotan itu disampaikan Inal melalui video penelusuran yang diunggah di akun Facebook resminya. Ia menempuh rute sekitar 10 kilometer dengan berlari pada malam hari, dari gerbang batas Kota Kendari hingga Bandara Haluoleo.

Dalam video berdurasi 5 menit 4 detik tersebut, Inal memperlihatkan kondisi jalan yang minim penerangan. Ia menggunakan headlamp untuk membantu menerangi jalan selama berlari.

Menurut Inal, sepanjang rute yang dilaluinya, penerangan jalan hanya terlihat di sejumlah titik. Sumber cahaya lainnya berasal dari tempat usaha warga, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), dan lampu kendaraan yang melintas.

Di tengah penelusurannya, Inal mempertanyakan kondisi penerangan jalan tersebut kepada pemerintah daerah.

“Pak Gub, ada saya mau tanya ini. Ini saya lari 10 km ini dari gerbang batas kota sampai ke Bandara Haluoleo. Satu ji pertanyaanku, lampu jalannya ini memang konsepnya efisiensi kah, hemat listrik? Sampai ndak dinyalakan,” ujar Inal.

Ia mengatakan hanya menemukan sejumlah lampu yang menyala dalam sebagian kecil perjalanan. Namun, menurut dia, cahaya lampu tersebut masih sangat redup.

Inal kemudian mengaitkan kondisi penerangan dengan aspek keselamatan pengguna jalan.

“Maksudku saya, jangan gara-gara kita berhemat atau efisiensi sampai kita melupakan keselamatannya warga. Karena gelap kondisinya, rawan juga kriminal di jalan raya,” katanya.

Unggahan tersebut kemudian mendapat beragam respons dari warganet. Sejumlah pengguna media sosial mengaku pernah mengalami kondisi serupa ketika melintasi jalur menuju Bandara Haluoleo pada malam hari.

Salah seorang warganet, Rhiry Ice, menceritakan pengalamannya ketika melintas di kawasan Ranomeeto. Ia mengaku sempat merasa khawatir karena diikuti pengendara lain dari belakang.

Kekhawatiran serupa disampaikan sejumlah pengguna media sosial lainnya. Mereka menilai minimnya penerangan membuat perjalanan malam hari, khususnya bagi pengendara perempuan, menjadi lebih mengkhawatirkan.

Selain penerangan, beberapa warganet juga menyoroti kondisi jalan di sejumlah lokasi lain di sekitar Kendari dan Konawe Selatan.

Keluhan yang muncul antara lain terkait jalan berlubang serta sejumlah titik yang dinilai minim penerangan, termasuk akses menuju beberapa kawasan strategis.

Ada pula warganet yang mengaitkan kondisi penerangan dengan citra daerah. Akses menuju bandara dinilai menjadi salah satu jalur penting karena digunakan masyarakat lokal maupun pendatang dari luar daerah.

Namun, berbagai komentar tersebut merupakan pengalaman dan pendapat yang disampaikan warganet melalui kolom komentar. Kondisi masing-masing titik jalan serta status kewenangan pengelolaan penerangannya masih memerlukan verifikasi dari instansi terkait.

Sorotan Inal Tora tersebut pada akhirnya mengarah pada satu persoalan utama, yakni keamanan dan kenyamanan pengguna jalan pada malam hari.

Jalur menuju Bandara Haluoleo merupakan salah satu akses penting bagi masyarakat yang melakukan perjalanan dari dan menuju bandara. Minimnya penerangan dapat menjadi persoalan, terutama pada malam hari ketika jarak pandang pengendara berkurang.

Di sisi lain, pemerintah perlu memberikan penjelasan mengenai kondisi Penerangan Jalan Umum (PJU) di jalur tersebut, termasuk apakah terdapat program pemeliharaan, kendala operasional, maupun kebijakan efisiensi penggunaan listrik.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terkait sorotan tersebut.

Aksi Inal Tora pun kembali membuka ruang bagi pemerintah untuk menjelaskan kondisi penerangan jalan di akses menuju Bandara Haluoleo sekaligus memastikan fasilitas publik tersebut berfungsi sebagaimana mestinya.

Sebab, bagi pengguna jalan, persoalannya bukan semata soal terang atau gelap.

 

Editor: San