KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) di bawah kepemimpinan Gubernur Mayjen TNI (Purn) H. Andi Sumangerukka, S.E., M.M., terus melakukan terobosan fundamental di sektor pendidikan.

Langkah nyata ini dibuktikan dengan keberhasilan Sultra terpilih menjadi satu dari delapan provinsi di Indonesia yang dipercaya membangun Sekolah Garuda, sebuah institusi pendidikan dengan standar kualitas setara SMA Taruna.

Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan bahwa kehadiran sekolah ini merupakan buah dari perjuangan keras pemerintah daerah demi menghadirkan fasilitas pendidikan kelas dunia bagi putra-putri Bumi Anoa.

Proyek mercusuar ini menjadi bagian strategis dalam rangkaian peringatan Semarak Harmoni Sultra ke-62.

“Kamu tidak tahu berdarah-darahnya kita. Kita sampai taruh pertaruhan-pertaruhan dan akhirnya jadilah itu,” ujar Gubernur dalam sebuah pertemuan bersama jajaran terkait di Kendari.

Proyek pembangunan Sekolah Garuda ini tidak main-main dalam hal pembiayaan. Estimasi anggaran yang digelontorkan mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp 600-an miliar.

Anggaran tersebut diproyeksikan untuk membangun fasilitas komprehensif, mulai dari konstruksi gedung yang menyesuaikan kontur tanah, penyediaan mebeler berkualitas, hingga pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Gubernur menekankan bahwa seluruh aspek dalam sekolah ini harus mencerminkan predikat “unggulan”, baik dari sisi infrastruktur, tenaga pendidik, hingga para peserta didiknya.

Satu hal yang menjadi perhatian serius Gubernur adalah integritas dalam proses rekrutmen siswa.

Ia menjamin bahwa sistem seleksi akan dilakukan secara terpusat dan sangat ketat, sehingga menutup rapat celah praktik “titip-menitip” dari pihak mana pun.

“Tidak bisa nitip! Jangan nanti karena dibilang Bupati bisa nitip, tidak ada, tidak bisa. Tesnya itu betul-betul unggulan,” tegas Andi Sumangerukka dengan nada lugas.

Sebagai langkah antisipasi agar siswa lokal mampu bersaing, Gubernur telah menginstruksikan seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Sultra untuk segera membenahi kualitas SD dan SMP di daerah masing-masing.

Hal ini penting agar talenta daerah memiliki kompetensi yang setara untuk menembus standar kelulusan tes Sekolah Garuda.

Berdasarkan jadwal yang telah disusun, peluncuran (launching) resmi Sekolah Garuda akan dilaksanakan pada 24-25 April 2026.

Agenda besar ini direncanakan akan dihadiri langsung oleh Menteri Diktisaintek.

Selain peresmian, kegiatan juga akan dimeriahkan dengan lomba permainan tradisional tingkat SMP dan SMA sebagai bentuk pelestarian budaya lokal.

Kehadiran Sekolah Garuda diyakini tidak hanya akan mencetak generasi emas Sultra, tetapi juga memberikan dampak ekonomi berganda (multiplier effect) bagi masyarakat sekitar.

Gubernur memprediksi kawasan tersebut akan tumbuh menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru dengan munculnya fasilitas pendukung seperti penginapan, pusat perbelanjaan, hingga sarana kesehatan.

“Begitu sekolah itu jadi, maka tanah yang ada di sana itu mahal semua. Nanti pasti akan ada kos-kosan, hotel, pasar, mal, hingga rumah sakit,” pungkasnya. (red)

64 / 100 Skor SEO