KENDARI, perdetiknews.com — Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi Tenggara (OJK Sultra) berkolaborasi dengan PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara (Bank Sultra) meluncurkan program edukasi digital inovatif bertajuk “OK BGT” (Obrolan Keuangan Bareng Generasi Terdepan).

Langkah strategis melalui siaran langsung media sosial ini sengaja menyasar kelompok generasi muda demi mendongkrak indeks literasi serta inklusi keuangan di Bumi Anoa.

Inisiatif digital interaktif yang memanfaatkan akun Instagram resmi OJK Sultra ini dirancang agar penyampaian informasi finansial dapat diakses secara lebih mudah, edukatif, dan inklusif oleh seluruh lapisan masyarakat.

Pada penayangan episode perdananya di Kendari, program “OK BGT” langsung mendapatkan respons positif dan berhasil menjangkau sebanyak 457 penonton sepanjang siaran langsung berlangsung. Selain menghadirkan internal otoritas, dialog interaktif ini juga melibatkan narasumber kompeten dari pihak Bank Sultra serta komunitas mitra binaan OJK.

Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tenggara, Bismi Maulana Nugraha, menjelaskan bahwa pesatnya penetrasi transformasi digital saat ini membuka peluang yang jauh lebih lebar bagi otoritas untuk memperluas cakupan edukasi.

Pemanfaatan platform media sosial dinilai sebagai taktik jitu untuk memosisikan materi literasi keuangan agar lebih dekat dengan gaya hidup harian generasi muda. Melalui wadah ini, masyarakat diharapkan mampu mengelola keuangan secara sehat, lebih bijak memilih produk jasa keuangan, serta terbenteng dari ancaman tindak pidana kejahatan finansial.

Pada peluncuran perdana tersebut, panitia mengangkat tema yang cukup menggelitik namun sarat urgensi, yakni “Jaga SLIK Biar Tidak Terslip”.

Sesi ini mengupas secara mendalam mengenai fungsi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), letak perbedaannya dengan instrumen lama BI Checking, hingga bagaimana rekam jejak tersebut memengaruhi proses analisis kelayakan kredit di lembaga jasa keuangan. Dari sisi industri, Bank Sultra turut memaparkan mekanisme penilaian debitur yang wajib mengedepankan prinsip kehati-hatian secara komprehensif.

Aktivitas edukasi ini juga diperkuat dengan dibukanya ruang konsultasi interaktif bertajuk “Numpang Tanya Bareng Marcon” (Market Conduct). Melalui segmen ini, penonton diberikan kebebasan untuk bertanya dan berkonsultasi secara langsung seputar perlindungan konsumen, layanan keuangan, penyaluran kredit, hingga status SLIK. OJK Sultra memanfaatkan momen ini untuk mewanti-wanti masyarakat agar tidak mempercayai oknum atau modus penipuan yang menawarkan jasa pembersihan nama di SLIK, mengingat pengurusan resmi layanan tersebut tidak dipungut biaya sama sekali dan hanya bisa diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Guna memperpanjang napas gerakan ini, OJK Sultra turut mengumumkan pembukaan pendaftaran Duta Literasi Keuangan Sulawesi Tenggara. Program tersebut diproyeksikan melahirkan agen-agen penggerak edukasi baru yang mampu berperan aktif menyebarluaskan literasi keuangan di lingkungan sekolah, universitas, hingga komunitas sosial.

Rangkaian acara yang ditutup dengan pembagian apresiasi lewat sesi interaktif Spin The Lucky Wheel ini diharapkan mampu memperkuat budaya melek finansial secara berkelanjutan. Langkah kolaboratif OJK bersama mitra perbankan ini menjadi komitmen jangka panjang demi mewujudkan masyarakat Sulawesi Tenggara yang semakin cakap finansial, inklusif, dan berdaya saing tinggi. (red)

8 / 100 Skor SEO