Kendari – Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) bersama Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar Focus Group Discussion (FGD) guna mematangkan pembentukan Pusat Studi Kepolisian. Diskusi ilmiah ini secara khusus membedah peluang penerapan hukum adat (living law) dalam mendukung mekanisme restorative justice (keadilan restoratif) di bumi anoa.

Simposium yang mengangkat tema “Penerapan Hukum Terhadap Mekanisme Penyelesaian Restorative Justice Secara Adat” ini dihelat di Ruang Rapat Senat Rektorat UHO, Kendari. Forum ini mempertemukan isi kepala para pakar hukum dari unsur kepolisian, akademisi, hingga Korps Adhyaksa kejaksaan.

Sejumlah narasumber teras hadir langsung membedah materi. Di antaranya Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sultra Kombes Wisnu Wibowo, Dirbinmas Polda Sultra Kombes Suharman Sanusi, Rektor UHO Dr Herman, Kepala Pusat Studi Ilmu Kepolisian UHO Dr Jabal Nur, serta Kasi A Asisten Pidum Kejati Sultra Sahrir.

... ...

Soroti Hukum Adat Tolaki, Muna, Moronene, dan Buton

Dalam dinamika forum, para peserta dan narasumber menyoroti eksistensi hukum adat (living law) yang hingga detik ini masih dirawat secara aktif oleh masyarakat di berbagai wilayah kultur Sulawesi Tenggara. Pranata sosial ini mengakar kuat pada empat pilar etnis besar, yakni Tolaki, Muna, Moronene, dan Buton.

Kendati memiliki daya ikat moral yang kuat di akar rumput, forum menegaskan posisi hukum adat secara rigid. Hukum adat sama sekali bukan diproyeksikan sebagai pengganti hukum pidana nasional yang berlaku.

“Hukum adat bukanlah pengganti hukum nasional, melainkan instrumen pelengkap dan penguat dalam penerapan restorative justice di tengah masyarakat,” tulis kesimpulan bersama dalam forum tersebut, dikutip Selasa (19/5/2026).

Butuh Harmonisasi Regulasi dan Pengakuan Formal

Untuk mengeksekusi konsep keadilan restoratif berbasis kearifan lokal ini, FGD merumuskan sejumlah rekomendasi taktis. Penerapan hukum adat di lapangan dinilai tidak bisa berjalan parsial, melainkan butuh payung pengakuan formal serta harmonisasi regulasi yang klop agar tidak berbenturan dengan sistem hukum pidana nasional (ius constitutum). Sinergi lintas lembaga antara penyidik kepolisian, jaksa penuntut, dan pemangku adat menjadi kunci utama.

Hadirnya Pusat Studi Kepolisian hasil kolaborasi Polda Sultra dan kampus hijau UHO ini diharapkan menjadi laboratorium ilmiah. Wadah ini akan memproduksi kajian hukum empiris guna melahirkan formula penegakan hukum yang lebih humanis, cepat, dan adil tanpa mencederai tatanan nilai lokal di Sulawesi Tenggara.

📊 JAJAK PENDAPAT PERDETIKNEWS
KINERJA KEPALA DAERAH DI SULAWESI TENGGARA

Seberapa puas Anda terhadap kinerja Gubernur Sulawesi Tenggara?

Provinsi Sulawesi Tenggara — Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, S.E., M.M.
Bidang yang paling perlu dievaluasi (opsional)
Hasil sementara · 16 responden
Sangat puas37.5%
6 suara
Puas6.3%
1 suara
Cukup puas12.5%
2 suara
Kurang puas6.3%
1 suara
Tidak puas37.5%
6 suara
Jajak pendapat pembaca Perdetiknews, bukan survei ilmiah/probabilistik.
Bagikan: WhatsApp Facebook Telegram X
📊 JAJAK PENDAPAT PERDETIKNEWS
KINERJA KEPALA DAERAH DI SULAWESI TENGGARA

Seberapa puas Anda terhadap kinerja Wali kota Kendari

Kota Kendari — dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM
Bidang yang paling perlu dievaluasi (opsional)
Hasil sementara · 4 responden
Sangat puas75%
3 suara
Puas0%
0 suara
Cukup puas0%
0 suara
Kurang puas0%
0 suara
Tidak puas25%
1 suara
Jajak pendapat pembaca Perdetiknews, bukan survei ilmiah/probabilistik.
Bagikan: WhatsApp Facebook Telegram X
📊 JAJAK PENDAPAT PERDETIKNEWS
KINERJA KEPALA DAERAH DI SULAWESI TENGGARA

Seberapa puas Anda terhadap kinerja Bupati Konawe?

Kabupaten Konawe — Yusran Akbar
Bidang yang paling perlu dievaluasi (opsional)
Hasil sementara · 2 responden
Sangat puas50%
1 suara
Puas0%
0 suara
Cukup puas0%
0 suara
Kurang puas0%
0 suara
Tidak puas50%
1 suara
Jajak pendapat pembaca Perdetiknews, bukan survei ilmiah/probabilistik.
Bagikan: WhatsApp Facebook Telegram X
📊 JAJAK PENDAPAT PERDETIKNEWS
KINERJA KEPALA DAERAH DI SULAWESI TENGGARA

Seberapa puas Anda terhadap kinerja Bupati Muna Barat?

Kabupaten Muna Barat — La Ode Darwin
Bidang yang paling perlu dievaluasi (opsional)
Hasil sementara · 23 responden
Sangat puas87%
20 suara
Puas8.7%
2 suara
Cukup puas0%
0 suara
Kurang puas0%
0 suara
Tidak puas4.3%
1 suara
Jajak pendapat pembaca Perdetiknews, bukan survei ilmiah/probabilistik.
Bagikan: WhatsApp Facebook Telegram X
📊 JAJAK PENDAPAT PERDETIKNEWS
KINERJA KEPALA DAERAH DI SULAWESI TENGGARA

Seberapa puas Anda terhadap kinerja Bupati Kolaka ?

Kabupaten Kolaka — H. Amri Jamaluddin, S.STP., M.Si.
Bidang yang paling perlu dievaluasi (opsional)
Hasil sementara · 1 responden
Sangat puas0%
0 suara
Puas0%
0 suara
Cukup puas0%
0 suara
Kurang puas0%
0 suara
Tidak puas100%
1 suara
Jajak pendapat pembaca Perdetiknews, bukan survei ilmiah/probabilistik.
Bagikan: WhatsApp Facebook Telegram X
5 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini