JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merekam adanya fenomena sekunder berupa gangguan geomagnetik dan peningkatan petir vulkanik dalam dinamika erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

Sensor BMKG yang berada di Lampung Selatan dan Serang mencatat gangguan geomagnetik yang selaras dengan kenaikan sambaran petir vulkanik dalam rentang waktu 12 jam terakhir.

Meski demikian, BMKG menyebut intensitas gangguan tersebut tidak sebesar saat letusan awal.

“BMKG merekam adanya fenomena sekunder berupa gangguan geomagnetik dan petir vulkanik. Sensor di Lampung Selatan dan Serang mencatat adanya gangguan geomagnetik yang selaras dengan kenaikan sambaran petir vulkanik pada rentang waktu 12 jam terakhir. Namun, intensitas gangguan tersebut tidak sebesar letusan awal,” ujar BMKG.

Untuk mengantisipasi perubahan aktivitas Gunung Anak Krakatau, BMKG mengoptimalkan kesiapsiagaan nasional melalui pemantauan terpadu berbasis multi-instrumen selama 24 jam.