JAKARTA – Konser YE atau Kanye West yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Sabtu (24/10/2026), diperkirakan menarik puluhan ribu penonton dari luar daerah, termasuk wisatawan mancanegara. Kehadiran pengunjung tersebut berpotensi memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi dan pariwisata di Ibu Kota.

Penyelenggara konser, Raw Vision Collective, memperkirakan lebih dari 30.000 pengunjung dari luar Jakarta akan datang selama akhir pekan penyelenggaraan acara. Dari jumlah tersebut, lebih dari 20.000 orang diproyeksikan berasal dari luar negeri.

Besarnya potensi kedatangan penonton internasional dinilai dapat memperkuat posisi Jakarta sebagai salah satu tujuan penyelenggaraan konser musik berskala global. Selain menyaksikan pertunjukan, para pengunjung diperkirakan turut meningkatkan aktivitas berbagai sektor usaha, seperti transportasi, akomodasi, kuliner, perdagangan, dan pariwisata.

Marketing & Communications Lead Raw Vision Collective, Karen Tjahja, menyampaikan bahwa konser YE Live in Jakarta memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar menghadirkan pertunjukan musik. Menurutnya, acara ini juga menjadi kesempatan untuk memperlihatkan kemampuan Jakarta dalam menyelenggarakan konser tunggal berstandar internasional.

“Bagi kami, YE Live in Jakarta bukan hanya tentang satu malam pertunjukan, tetapi juga tentang menunjukkan kesiapan Jakarta untuk menjadi destinasi pilihan bagi artis-artis internasional dalam menggelar konser tunggal,” ujar Karen dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Ia berharap kedatangan penonton dari berbagai negara dapat meningkatkan pengakuan terhadap Indonesia di industri hiburan dunia. Pada saat yang sama, penyelenggaraan konser diharapkan membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat setempat.

Potensi dampak ekonomi tersebut diperkirakan menjangkau berbagai wilayah di Jakarta, tidak terbatas pada kawasan GBK. Kebutuhan transportasi dari dan menuju bandara, penginapan, serta konsumsi selama berada di Ibu Kota berpeluang meningkatkan permintaan terhadap taksi, transportasi daring, hotel, rumah penginapan, restoran, kafe, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Karen menegaskan bahwa pekerja dan pengusaha lokal memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan acara. Mereka tidak hanya terlibat dalam proses produksi konser, tetapi juga menyediakan berbagai layanan yang dibutuhkan pengunjung.

“Mulai dari kru yang membangun pertunjukan hingga pengemudi, pemilik usaha kuliner, dan pekerja layanan lainnya, mereka semua adalah bagian dari YE Live in Jakarta. Mereka semua adalah tuan rumahnya,” katanya.

Dari sisi ketenagakerjaan, penyelenggaraan konser ini diperkirakan melibatkan sekitar 5.000 tenaga kerja Indonesia. Mereka akan mengisi beragam posisi, mulai dari pemasangan panggung, teknisi suara dan pencahayaan, kru LED dan video, logistik, hingga petugas keamanan, tenaga medis, usher, serta kebersihan.

Keterlibatan ribuan pekerja tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan sumber daya manusia dalam mempersiapkan pertunjukan dengan skala produksi internasional. Selain mendukung kelancaran acara, kegiatan ini juga membuka ruang keterlibatan tenaga profesional dan pekerja lokal di industri hiburan.

Menjelang konser utama, Raw Vision Collective telah menyelenggarakan sejumlah kegiatan bertajuk Road to YE Live in Jakarta. Rangkaian tersebut mencakup aktivasi di Car Free Day serta pertunjukan “Tunnel Vision: An Ode to YE” yang berlangsung di underpass SCBD pada 18 Oktober 2026.

Pertunjukan “Tunnel Vision: An Ode to YE” dipimpin Tony Williams, vokalis sekaligus produser peraih Grammy Award yang telah bekerja sama dengan YE sejak album The College Dropout. Acara tersebut mempertemukan musisi internasional dengan talenta Indonesia melalui interpretasi karya-karya YE yang memadukan paduan suara kontemporer dan unsur musik tradisional Indonesia, termasuk gendang.

Penyelenggaraan YE Live in Jakarta turut memperoleh dukungan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, dan Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, bersama sejumlah sponsor serta mitra.

Dengan proyeksi kedatangan lebih dari 20.000 pengunjung dari luar negeri, konser ini diharapkan menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Indonesia kepada audiens internasional. Selain memperkuat daya tarik Jakarta sebagai destinasi hiburan global, acara tersebut juga berpotensi memberikan manfaat bagi industri pariwisata, ekonomi kreatif, dan pelaku usaha lokal.