KENDARI,— Malam itu, W hanya bisa berharap ada seseorang yang bersedia membantunya. Sendirian di sebuah rumah kos di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Pondambea, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, perempuan tersebut tengah menahan sakit lambung hingga tubuhnya gemetar.
Tak memiliki kendaraan untuk keluar membeli obat, sementara keluarga yang bisa dimintai pertolongan tidak ada di Kota Kendari, W akhirnya mencoba mencari bantuan melalui media sosial.
Ia mengirim pesan langsung atau direct message (DM) ke akun TikTok resmi Tim Perintis Presisi Polda Sulawesi Tenggara (Sultra), @perintispresisipoldasultra.
“Saya butuh obat asam lambung, sy sudah gemetar nanti saya keluar ambil ndpp ji,” tulis W dalam pesannya.
Pesan itu diterima personel Tim Perintis Presisi yang sedang melaksanakan patroli rutin pada Senin (5/10/2026) dini hari.
Mendapat laporan tersebut, petugas tidak langsung berangkat begitu saja. Mereka terlebih dahulu memastikan kebenaran informasi yang disampaikan melalui media sosial.
Dantim Perintis Polda Sultra, Bripka Boy Sagita, mengakui pihaknya sempat merasa curiga. Sebab, tidak semua laporan yang masuk melalui media sosial selalu sesuai dengan kondisi sebenarnya.
“Awalnya kami curiga jangan sampai ditipu lagi, karena banyak laporan yang masuk. Setelah kami datang ke lokasi, ternyata memang betul dia sedang kesakitan,” kata Boy.
Setelah memastikan lokasi, personel mendatangi rumah kos tempat W berada. Di sana, mereka mendapati perempuan itu benar-benar membutuhkan pertolongan.
W kemudian menceritakan kondisinya. Ia tidak memiliki kendaraan untuk membeli obat dan tidak mempunyai keluarga di Kendari yang bisa dihubungi untuk meminta bantuan.
Petugas sempat menawarkan untuk membawanya ke rumah sakit. Namun, W menyampaikan bahwa dirinya berharap kondisinya membaik setelah mengonsumsi obat lambung.
Personel Tim Perintis lalu membantu mencarikan dan membelikan obat yang dibutuhkan. Mereka juga membawa air mineral, roti, serta makanan ringan untuk W.
Bantuan sederhana itu disambut rasa terima kasih dari perempuan tersebut.
“Terima kasih, Pak, sudah repot-repot,” ungkap W kepada personel Tim Perintis Polda Sultra.
Peristiwa ini menjadi gambaran bahwa permintaan pertolongan bisa datang melalui berbagai cara, termasuk pesan singkat di media sosial.
Bagi W, DM yang dikirim saat dirinya kesakitan menjadi jalan untuk mendapatkan bantuan ketika tidak ada orang terdekat yang bisa diandalkan.
Kehadiran petugas juga menunjukkan bahwa pelayanan kepolisian tidak hanya berkaitan dengan penanganan tindak pidana atau menjaga keamanan. Dalam situasi tertentu, masyarakat juga membutuhkan bantuan langsung ketika menghadapi kondisi sulit.
Polda Sultra mengimbau masyarakat agar tidak ragu menghubungi kepolisian apabila membutuhkan pertolongan.
Untuk situasi darurat, masyarakat dapat menghubungi layanan kepolisian melalui nomor 110 agar laporan dapat ditindaklanjuti sesuai kondisi di lapangan.
editor: Xan




Tinggalkan Balasan