Kolaka – Sebuah video yang memperlihatkan curahan hati (curhat) seorang emak-emak pedagang sayur keliling di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, viral di media sosial.

Ia melayangkan protes terbuka kepada Bupati Kolaka, H. Amri, terkait kebijakan penutupan jalan poros utama yang berlaku setiap hari Kamis.

Pantauan di media sosial, video berdurasi singkat tersebut diunggah oleh akun NhuNi Khayechia, seorang blogger sekaligus konten kreator lokal asal Kolaka yang memiliki sekitar 32 ribu pengikut.

Di samping motor roda duanya yang dipenuhi muatan sayur dan buah, ia mengeluhkan rute memutar yang terlampau jauh.

“Dengan adanya program Bapak setiap hari Kamis menutup jalan, jalan poros utama, saya minta permintaan pengecualian untuk kami para pedagang-pedagang, pedagang sayur, pedagang ikan keliling agar diberi sedikit kelonggaran Pak untuk jalan,” ujar NhuNi dalam videonya yang viral, dilihat perdetiknewscom, Kamis (18/6/2026).

Ia menceritakan rute harian yang harus memutar jauh melewati Jalan Pendidikan, turun ke air mancur, menuju Tamalaki, hingga tembus ke Jalan Akper.

Menurutnya, alih-alih menghemat energi, aturan dari kebijakan Bupati Kolaka H. Amri ini justru memicu pemborosan Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Katanya untuk hemat bensin, tapi jadinya kita ini tidak hemat bensin Pak, jadi pemborosan bensin. Mana waktunya kita terbuang Pak, tadinya mau cepat pergi, jadi lambat ki lagi sampai ke rute tempat penjualan ta,” cetusnya dengan nada memelas.

NhuNi mengaku sempat memohon dispensasi kepada petugas yang berjaga di Jalan Pendidikan agar diizinkan memotong jalur pendek dari lorong TK Dharma Wanita menuju Lorong Lambada.

Namun, petugas di lapangan menolak dengan dalih hanya menjalankan perintah dari pimpinan daerah.

“Saya memohon-mohon sama petugas yang menjaga di Jalan Pendidikan itu, katanya ‘ini program Bapak Bupati, kalau mau protes, protes sama Bupati’. Saya sebagai masyarakat biasa Pak, masyarakat kecil, tidak mungkinlah bertemu sama Bapak,” lanjutnya.

Unggahan tersebut sontak memantik gelombang solidaritas dari warga net setempat.

Banyak netizen yang ikut mengeluhkan bahwa penutupan jalan ini sangat mengganggu aktivitas publik, mulai dari urusan dapur hingga antar-jemput anak sekolah.

“Program nda ada gunanya,Mala kasi Susa, kita ada saja putar putar cari jalan baru kita kecelakaan bikin habis juga bensin,saya dari pendidikan lurus lurusnya KL mo ke pasar Mala DA suruki dulu putar” aneh betul ini aturan,” tulis akun Rahmah Rahmah di kolom komentar.

Kritik senada juga disampaikan oleh akun Jeje. Ia menilai aturan ini awalnya dikira hanya berlaku bagi aparatur sipil negara (ASN) namun nyatanya ikut menyulitkan masyarakat umum, terlebih pengerjaan jalan di jalur utama belum selesai.

“Z kira saya khusus pegawai sjah yg di anjurkan naik speda ke lokasi kerja tdak ikut dngan masaarakat lain. Apami. Kasihan kita ini yg. Antar anak. Skolahjauh. Mna perbaikan jlan di bay pas blum klar2 akhirnya kita taputar2 kasihan cari jlan,” keluhnya.

Warga menilai pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Kolaka H. Amri kurang peka terhadap situasi rute alternatif yang memakan waktu dan biaya ekstra bagi para penjemput anak sekolah.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak Pemerintah Kabupaten Kolaka terkait desakan evaluasi aturan penutupan jalan hari Kamis tersebut. (red)

17 / 100 Skor SEO