KENDARI, perdetiknews.com – Kabar duka yang mendalam menyelimuti masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra), khususnya Kota Kendari.
Mantan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Kendari, Dra. Hj. Sri Yastin Asrun, MM, dikabarkan meninggal dunia pada Senin (15/6/2026) pagi.
Istri dari mantan Wali Kota Kendari dua periode, Dr. Ir. H. Asrun, M.Eng.Sc., tersebut mengembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 06.00 WITA di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Sulawesi Selatan.
Informasi berpulangnya tokoh perempuan Sultra ini telah dikonfirmasi oleh kerabat dekat dan pihak keluarga almarhumah.
Ucapan duka cita langsung mengalir deras di berbagai platform media sosial dari para pejabat publik, tokoh masyarakat, hingga warga Kendari yang merasa kehilangan sosok keibuan yang sarat akan keteladanan tersebut.
Selama sepuluh tahun mendampingi sang suami yang menjabat sebagai Wali Kota Kendari periode 2007–2012 dan 2012–2017, Sri Yastin Asrun dikenal luas sebagai figur yang sangat aktif dalam berbagai kegiatan sosial.
Kiprah kepemimpinannya di TP-PKK Kota Kendari berfokus pada program penuntasan gizi buruk, penurunan angka stunting, peningkatan kesejahteraan keluarga, serta pemberdayaan ekonomi berbasis dasawisma.
Selain aktif di PKK, almarhumah juga menakhodai Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Kendari dan konsisten mempromosikan kain tenun khas Kendari ke kancah nasional.

Dedikasinya di bidang pendidikan serta posisinya selaku Penasihat Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kota Kendari membuatnya sangat dihormati oleh berbagai kalangan lintas generasi.
Almarhumah merupakan bagian inti dari keluarga tokoh yang membentuk dinamika kepemimpinan di ibu kota provinsi ini.
Selain merupakan ibu kandung dari mantan Wali Kota Kendari, Adriatma Dwi Putra (ADP), almarhumah Sri Yastin juga merupakan mertua dari Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran (SKI).
Kehadiran beliau sebagai figur ibu, guru, sekaligus mentor bagi anak dan menantunya mengukuhkan posisi keluarga ini sebagai salah satu pilar ketokohan politik dan sosial yang dihormati di wilayah berjuluk Kota Bertaqwa.
Hingga berita ini diturunkan, jenazah almarhumah sedang dipersiapkan untuk dipulangkan dari Kota Makassar menuju rumah duka di Kota Kendari.
Pihak keluarga dan kerabat terdekat kini tengah melakukan berbagai persiapan di kediaman untuk menyambut kedatangan jenazah sebelum dilaksanakan prosesi pemakaman resmi.
Kepergian Sri Yastin Asrun meninggalkan warisan pengabdian dan draf rekam jejak yang mendalam bagi pembangunan sosial, syiar Islam, serta gerakan pemberdayaan perempuan di Sulawesi Tenggara.
Seluruh jajaran redaksi perdetiknews.com turut menyatakan duka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya almarhumah. (PDN)



Tinggalkan Balasan