JAKARTA, perdetiknews.com – PT DSSP Power Kendari, perusahaan pembangkit listrik yang mengoperasikan PLTU Kendari-3 di Sulawesi Tenggara (Sultra), sukses mengukir prestasi gemilang di panggung internasional.
Inovasi lingkungan berupa program Transplantasi Terumbu Karang Berbasis Pemanfaatan Fly Ash and Bottom Ash (FABA) berhasil menyabet Penghargaan Juara Kolaborasi dalam rangkaian program kerja sama internasional BRICS.
Tidak hanya membawa pulang trofi, program berbasis ekonomi sirkular ini juga terpilih untuk dipublikasikan dalam Jurnal Internasional BRICS, yang memuat berbagai praktik terbaik dan inovasi unggulan dari negara-negara anggota serta mitra BRICS.
Penghargaan bergengsi ini diserahkan dalam sebuah seremoni resmi yang berlangsung di Jakarta, Senin (8/6/2026), dihadiri oleh perwakilan pemerintah, dunia usaha, akademisi, hingga organisasi internasional.
Pencapaian besar di tingkat global ini tidak terjadi dalam semalam.
Keberhasilan PT DSSP Power Kendari berakar dari sebuah proses panjang di lapangan, dimulai dari upaya perusahaan mencari solusi atas tantangan lingkungan di wilayah operasional mereka di Sulawesi Tenggara.
Semuanya bermula dari komitmen perusahaan untuk menjawab dua tantangan besar sekaligus: mengelola material sisa pembakaran batu bara (FABA) hasil operasional PLTU Kendari-3 dan memulihkan ekosistem laut pesisir Sultra yang mulai terdegradasi.
Melalui pendekatan ekonomi sirkular, tim inovasi perusahaan mulai merancang media substrat buatan menggunakan formulasi material FABA tersebut.

Setelah melalui kajian teknis dan laboratorium yang komprehensif, struktur beton berbahan FABA itu kemudian dibentuk sedemikian rupa agar ramah bagi biota laut dan kuat menahan arus.
Langkah berikutnya adalah menempatkan struktur-struktur tersebut di dasar laut perairan pesisir sekitar wilayah operasional.
Dalam proses penempatan dan pemantauannya, perusahaan tidak bergerak sendiri. Mereka merangkul akademisi, pemerintah daerah, komunitas pesisir, hingga kelompok nelayan lokal untuk terlibat langsung secara partisipatif dari hulu ke hilir.
Sinergi multipihak inilah yang kemudian dinilai oleh dewan juri BRICS sebagai sebuah model kolaborasi ideal yang berdampak nyata.
Seiring berjalannya waktu, hasil pengamatan bawah laut menunjukkan grafik yang menggembirakan.
Berbagai fragmen karang baru yang ditanam terbukti tumbuh subur di atas media FABA.
Tak lama berselang, kawanan ikan dan biota laut lainnya mulai berdatangan dan menjadikan kawasan tersebut sebagai rumah baru, yang secara otomatis meningkatkan produktivitas ekologis di wilayah pesisir tersebut.
Melihat dampak nyata ini, forum internasional BRICS akhirnya memilih proyek dari Sultra ini untuk masuk dalam publikasi jurnal ilmiah mereka, dengan harapan inovasi ini dapat direplikasi oleh negara-negara kepulauan lain di dunia yang menghadapi masalah kerusakan terumbu karang serupa.
Pihak Government Relation PT DSSP Power Kendari menyatakan, penghargaan Juara Kolaborasi ini didedikasikan kepada seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan di Sultra yang sejak awal ikut merawat ekosistem pesisir.
Ke depan, perusahaan berkomitmen penuh untuk terus memperluas program ekonomi sirkular ini demi mendukung target Pembangunan Berkelanjutan global (Sustainable Development Goals), khususnya tata kelola ekosistem bawah laut (SDG 14) dan kemitraan multisektor (SDG 17). (PDN)



Tinggalkan Balasan