Istanbul – Iran melemparkan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) dan Israel bahwa mereka akan menghadapi balasan yang jauh lebih mematikan jika kembali berani melancarkan serangan ke Teheran. Ancaman ini mencuat di tengah rapuhnya komitmen gencatan senjata yang sebelumnya telah menghentikan konflik bersenjata sejak April lalu.
Juru bicara senior angkatan bersenjata Iran, Abolfazl Shekarchi, menegaskan bahwa setiap bentuk eskalasi baru yang terjadi di kawasan Teluk bakal direspons dengan kekuatan penuh yang jauh lebih kuat dari aksi-aksi militer sebelumnya.
“Jika kawasan memasuki babak perang baru, respons Iran akan melampaui kawasan dan berlangsung jauh lebih keras serta lebih kuat,” ujar Shekarchi seperti dikutip dari kantor berita Fars, Selasa (26/5/2026).
Ketegangan terbaru ini kembali membara setelah media semi-resmi Iran melaporkan adanya serangan udara teranyar yang dilancarkan oleh pihak AS dan Israel. Serangan tersebut menyasar kapal-kapal milik Iran yang tengah berada di selatan Pulau Larak, dekat kawasan strategis Selat Hormuz, hingga menyebabkan sejumlah warga Iran tewas.
Padahal, insiden berdarah ini terjadi di tengah bergulirnya upaya mediasi yang dipimpin oleh Pakistan. Mediasi tersebut mulanya dirancang untuk mempertahankan status gencatan senjata antara Iran dengan kubu AS-Israel.



Tinggalkan Balasan