Kendari – Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) mempertebal pertahanan di lokasi banjir Kota Kendari dengan mendirikan posko taktis terpadu. Tak main-main, Korps Bhayangkara menggandeng Dinas Sosial hingga Badan Gizi Nasional (BGN) guna memastikan pasokan makanan bagi para pengungsi tidak hanya cukup, melainkan juga memenuhi standar nutrisi yang baik.
Pusat komando penanganan darurat ini didirikan di kawasan terdampak parah, bantaran Sungai Wanggu. Posko ini mengintegrasikan layanan medis, dapur umum, hingga fasilitas pemurnian air bersih di bawah satu atap guna mempercepat respons evakuasi.
“Ada posko kesehatan, posko bencana dari Brimob, semuanya jadi satu di situ, termasuk dari dinas terkait juga,” ujar Wakapolda Sultra, Brigjen Gidion Arief Setyawan saat memantau langsung kondisi genangan air di Kali Wanggu, Selasa (19/5/2026).
Gandeng Badan Gizi Nasional dan Dinsos
Langkah taktis diambil Polda Sultra untuk menjamin kualitas pangan para korban banjir, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia di pengungsian. Pasokan logistik kini dikelola bersama instansi yang fokus pada pemenuhan nutrisi publik.
“Dari suplai makanan, kami bekerja sama dengan Dinsos dan BGN (Badan Gizi Nasional) untuk memberikan distribusi makanan yang cukup dan bergizi,” jelas Gidion.
Selain urusan perut, pemenuhan kebutuhan air bersih yang kerap menjadi masalah klasik saat banjir juga langsung diintervensi. Personel Satbrimob Polda Sultra menerjunkan armada khusus berupa mobil water treatment. Kendaraan taktis ini berfungsi menyuling air genangan atau sumber air sekitar menjadi air bersih siap konsumsi yang langsung didistribusikan ke tenda-tenda pengungsi.
Listrik Padam, Polisi Siapkan Lampu Emergency
Di balik penanganan yang mulai terstruktur, petugas di lapangan masih membentur kendala teknis yang cukup krusial. Jaringan listrik di sejumlah titik permukiman terpaksa dipadamkan demi keselamatan warga, sehingga kondisi posko dan sekitar lokasi banjir gelap gulita saat malam hari.
Merespons keluhan tersebut, jenderal bintang satu ini menegaskan pihak kepolisian akan segera mendistribusikan alat penerangan mandiri dalam waktu dekat agar aktivitas darurat malam hari tidak lumpuh.

“Kendala saat ini adalah penerangan karena listrik padam. Kami akan mengirimkan lampu emergency untuk masyarakat,” pungkas Gidion.
Hingga saat ini, personel gabungan dari Brimob, Samapta, dan Dokkes Polda Sultra masih disiagakan penuh di lokasi guna mengantisipasi fluktuasi debit air sungai serta menjaga stabilitas kamtibmas di area evakuasi.



Tinggalkan Balasan