Konawe Selatan – Brigade Pangan Samaturu di Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, kini mengelola lebih dari 200 hektare lahan cetak sawah rakyat (CSR).

Namun di tengah upaya meningkatkan produksi pangan, kelompok tersebut masih menghadapi keterbatasan alat panen dan dukungan infrastruktur pertanian.

Manajer Brigade Pangan Samaturu, Ilham, mengatakan brigade yang dipimpinnya saat ini menangani lahan di tiga wilayah, yakni Desa Lebo Jaya, Kelurahan Konda dan Desa Lambusa.

“Untuk sekarang yang kami tangani kurang lebih sekitar 200 hektare lebih. Awalnya empat desa, tapi satu desa sudah diserahkan ke brigade lain karena kapasitas kami terlalu luas,” kata Ilham.

Ia menjelaskan Brigade Pangan terbentuk sebagai tindak lanjut program Cetak Sawah Rakyat (CSR). Kehadiran brigade bertujuan memastikan tidak ada lahan sawah yang terbengkalai.

Menurutnya, lahan yang tidak mampu dikelola pemiliknya akan ditangani langsung oleh Brigade Pangan dengan sistem bagi hasil.

“Yang penting jangan ada lahan tidur. Kalau pemilik tidak bisa olah, brigade yang turun langsung kerjakan,” ujarnya.

Sejauh ini, Brigade Pangan Samaturu telah menerima bantuan alat pertanian berupa traktor roda empat, traktor roda dua dan pompa air.

Namun mereka masih membutuhkan alat panen modern dan drone penyemprot untuk memaksimalkan pengelolaan lahan.

“Yang belum kami dapatkan itu combine alat panen dan drone penyemprot. Itu yang paling kami butuhkan sekarang,” katanya.

Selain keterbatasan alat, persoalan irigasi juga menjadi kendala utama.

Sawah baru hasil program CSR masih mengandalkan tadah hujan karena belum tersentuh jaringan pengairan memadai.

“Irigasi belum ada yang benar-benar menjangkau sawah baru ini. Jadi sekarang masih mengandalkan hujan,” ujar Ilham.

Meski menghadapi berbagai keterbatasan, Brigade Pangan Samaturu diklaim menjadi salah satu brigade dengan perkembangan tercepat di Sulawesi Tenggara.

Mereka bahkan telah berhasil menanam sekitar 29 hektare sawah baru sebagai lahan percontohan.

“Daripada lahannya terbengkalai, kami ambil inisiatif kelola sendiri. Alhamdulillah, ada pengakuan juga dari dinas terkait kinerja Brigade Samaturu,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Lebo Jaya, Syarifuddin, mengapresiasi keberadaan Brigade Pangan yang dinilai membantu pengembangan sektor pertanian di wilayahnya.

Ia berharap pemerintah dapat memberikan tambahan dukungan berupa pembangunan irigasi, jalan usaha tani hingga fasilitas pengolahan hasil pertanian.

“Kalau bisa ada tambahan irigasi dan jalan usaha tani karena sawah di Lebo Jaya ini luas sekali, sudah lebih dari 300 hektare,” katanya. (red)

9 / 100 Skor SEO