KENDARI — Program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sulawesi Tenggara kini memasuki fase kritis. Sebanyak 36 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bumi Anoa resmi dihentikan operasionalnya (suspend) akibat kegagalan pemenuhan standar Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Badan Gizi Nasional (BGN) menyebut langkah ini sebagai bentuk evaluasi ketat, namun di balik itu, beban perbaikan infrastruktur kini dilempar ke pundak yayasan dan mitra pihak ketiga.
Saat dikonfirmasi Perdetiknews, Minggu 3 Mei 2026, Koordinator Regional SPPG Sultra, Maharani Puspaningrum, menegaskan bahwa penangguhan ini bukanlah langkah tiba-tiba. Menurutnya, seluruh yayasan dan mitra pengelola telah diberikan imbauan sejak jauh hari untuk membenahi standar sanitasi mereka.
“Tidak mendadak, yayasan dan mitra sudah jauh-jauh hari diberi imbauan untuk melakukan perbaikan. Suspend ini adalah wujud BGN selalu melakukan evaluasi, baik dari segi pelayanan maupun kualitas sarana prasarana,” ungkap Maharani.
Meski demikian, fakta bahwa puluhan dapur terhenti serentak menimbulkan pertanyaan besar mengenai kualitas perencanaan awal. Jika imbauan sudah diberikan sejak lama, mengapa operasional tetap dipaksakan berjalan hingga akhirnya harus diputus total saat program tengah dinantikan masyarakat?



Tinggalkan Balasan