Kendari – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengambil langkah strategis di tengah kondisi rendahnya indeks literasi masyarakat. Bank Indonesia kini memperkuat sinergi antarlembaga dan meningkatkan kuota bantuan pendidikan hingga 330 mahasiswa pada tahun 2026.

Berdasarkan data terbaru, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Sulawesi Tenggara pada Februari 2026 berada di angka 29,24, yang masih masuk dalam kategori rendah. Kondisi ini memicu BI Sultra untuk lebih masif dalam mendorong ekosistem literasi melalui kolaborasi berkelanjutan.

Kepala Perwakilan BI Sultra, Edwin Permadi, menyatakan bahwa penguatan literasi ekonomi merupakan fondasi penting bagi efektivitas kebijakan bank sentral. Sebagai bentuk nyata, BI Sultra menggelar Bedah Buku “Prinsipil Ekonomi” karya Ferry Irwandi bertepatan dengan World Book Day 2026, Sabtu (18/4/2026).

“Literasi ekonomi menjadi bekal penting agar masyarakat memiliki kemampuan berpikir kritis dan mampu mengambil keputusan yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah dinamika global saat ini,” ujar Edwin Permadi dalam keterangannya.

Selain fokus pada literasi, BI Sultra juga memberikan dukungan nyata bagi dunia pendidikan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Bantuan Pendidikan Kebanksentralan. Pada tahun 2026 ini, total penerima bantuan mencapai 330 mahasiswa, meningkat signifikan sebesar 32% dibandingkan tahun 2025 yang berjumlah 250 mahasiswa.

Bantuan pendidikan ini disalurkan melalui lima perguruan tinggi di Sultra, yakni:

  • Universitas Halu Oleo (UHO)

  • IAIN Kendari

  • STIE 66 Kendari

  • Universitas Sembilanbelas November (USN)

  • Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan)

Para penerima beasiswa ini nantinya akan menjadi bagian dari komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI), yang dipersiapkan sebagai agen perubahan dan pemimpin masa depan.

Dalam upaya mendongkrak budaya baca, BI Sultra melakukan Penandatanganan Komitmen Sinergi Program Penguatan Literasi bersama Balai Bahasa Provinsi Sultra. Sinergi ini mencakup perluasan akses pengetahuan melalui fasilitas perpustakaan fisik di kantor BI Sultra serta layanan digital melalui aplikasi iBi Library.

“Hingga semester I 2026, Perpustakaan BI Sultra telah menyediakan 7.052 koleksi cetak dan elektronik yang dapat diakses masyarakat umum setiap hari kerja,” tambah Edwin.

Kegiatan World Book Day tahun ini juga dimeriahkan dengan pendekatan kreatif bagi generasi muda, seperti Lomba Musikalisasi Puisi dan Lomba Reels Resensi Buku. Hal ini diharapkan mampu mengubah stigma bahwa literasi adalah hal yang kaku, melainkan aktivitas yang menyenangkan dan relevan dengan perkembangan zaman.

Dengan penguatan sinergi dan bantuan pendidikan yang terus meningkat, Bank Indonesia berharap dapat terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Tenggara secara inklusif dan berkelanjutan.

10 / 100 Skor SEO