JAKARTA, KOMPAS.com – Peringatan hari lahir R.A. Kartini setiap bulan April menjadi momentum untuk merefleksikan kembali perjuangan perempuan Indonesia dalam meraih kemandirian. Semangat tersebut kini tidak hanya dimaknai sebagai kesetaraan, tetapi juga keberanian perempuan untuk bangkit, terutama bagi mereka yang terpaksa menjadi tulang punggung keluarga akibat musibah.

Data menunjukkan bahwa korban kecelakaan lalu lintas di Indonesia masih didominasi oleh laki-laki usia produktif. Kondisi ini sering kali berdampak drastis pada struktur ekonomi keluarga, di mana istri atau ibu harus mendadak mengambil alih peran pencari nafkah.

Jasa Raharja hadir tidak hanya untuk memberikan perlindungan dasar berupa santunan, tetapi juga memastikan keberlanjutan hidup para ahli waris melalui program pemberdayaan ekonomi.

Direktur Hubungan Kelembagaan Jasa Raharja, Dewi Aryani Suzana, menjelaskan bahwa perusahaan memiliki komitmen untuk mendorong kemandirian perempuan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

“Kemandirian bukan hanya soal pembuktian diri, tapi tentang percaya bahwa kita memiliki kekuatan untuk membawa perubahan. Semangat inilah yang dahulu diperjuangkan oleh Ibu Kartini,” ujar Dewi dalam keterangan tertulis, Senin (30/3/2026).