BOMBANA, – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bombana, Irdan Siswanto, S.H., secara mengejutkan menyatakan pengunduran dirinya dari jabatan puncak organisasi tersebut. Meski masa jabatannya sedianya baru akan berakhir pada tahun 2027, Irdan memilih meletakkan jabatan karena alasan efektivitas organisasi.
Irdan mengungkapkan bahwa kendala domisili menjadi alasan utama di balik keputusan besar ini. Selama tiga tahun terakhir, ia lebih banyak menghabiskan waktu dan menetap di Jakarta, sehingga merasa tidak dapat memimpin organisasi secara maksimal di daerah.
“Akan kurang efektif bagi organisasi kalau saya tidak ada di sana (Bombana). Jadi, ini demi kebaikan jalannya roda Kadin ke depan,” ujar Irda dalam wawancara di Kendari, Rabu (8/4/2026).
Selain faktor domisili, pengunduran diri ini juga merupakan langkah prosedural karena Irda berencana masuk dalam jajaran kepengurusan Kadin Indonesia di Jakarta.
Berdasarkan aturan organisasi, seorang pengurus tidak diperbolehkan memiliki Surat Keputusan (SK) ganda di tingkat daerah dan pusat.
“Memang aturannya harus mundur dari daerah jika bergabung di pusat. Keputusan ini sebenarnya sudah saya pertimbangkan sejak setahun yang lalu,” tuturnya.
Dalam refleksi masa jabatannya sejak 2022, Irda juga menyoroti tantangan mendasar yang dihadapi Kadin di tingkat kabupaten. Ia menilai sinergi antara organisasi pengusaha dengan pemerintah daerah belum optimal karena belum adanya payung hukum yang kuat.
Menurut Irda, di daerah belum terdapat Peraturan Daerah (Perda) spesifik yang mewajibkan perusahaan untuk berkoordinasi atau bergabung dengan Kadin. Akibatnya, keanggotaan Kadin (KTA) sering kali tidak menjadi prasyarat dalam proses tender maupun perizinan usaha.

“Problemnya di situ. Tanpa dukungan regulasi yang mewajibkan koordinasi, sulit untuk menciptakan komunitas pengusaha daerah yang benar-benar solid,” tambah Irda.
Mengenai sosok pengganti, Irda menyerahkan sepenuhnya mekanisme pemilihan kepada pengurus Kadin tingkat provinsi. Namun, ia menitipkan harapan agar ketua berikutnya adalah sosok anak muda yang menetap di Bombana.
Ia menilai, karakteristik Kadin yang bergerak tanpa dukungan anggaran pemerintah menuntut sosok pemimpin yang gesit dan memiliki visi kuat untuk membangun ekonomi daerah.
“Harapan saya, penggantinya nanti harus orang yang domisili di Bombana supaya lebih fokus. Dan sebaiknya anak muda, karena biasanya lebih gesit dan rela berkorban demi memajukan dunia usaha di daerah,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan