KENDARI – Matahari baru saja terbenam di ufuk barat Kota Kendari, namun suasana di Jalan Subsidi, Perumahan Bukit Griya Celebes, Lepo-Lepo, justru semakin hangat.

Ribuan warga dengan pakaian muslim rapi tampak berduyun-duyun memadati area tenda bernuansa biru-putih yang telah disiapkan sejak siang.

Minggu, 5 April 2026, bukan sekadar hari libur biasa. Ini adalah momen bersejarah bagi keluarga besar Ir. H. Afdhal, S.T., M.P.W.K. dan warga sekitar. Dai sejuta umat, Prof. H. Abdul Somad Batubara (UAS), dijadwalkan hadir secara langsung di tengah-tengah mereka.

Di atas panggung yang tertata apik, UAS duduk bersahaja di tengah para tokoh. Di belakangnya, sebuah baliho besar bertuliskan “Satukan Tangan, Satukan Hati, dan Saling Memaafkan di Hari yang Fitri” menjadi pengingat kuat akan esensi pertemuan malam itu.

Meski jadwalnya sangat padat secara nasional, UAS tampak segar dan penuh senyum.

Sesekali ia melontarkan guyonan khasnya yang disambut tawa renyah jamaah, sebelum akhirnya masuk ke inti sari dakwah yang menghujam kalbu.

“Halal Bihalal ini adalah penyempurna. Kita sudah berlapar-lapar di bulan Ramadan, namun ibadah itu belum sempurna jika kita masih menyimpan duri di dalam hati terhadap sesama,” tutur UAS dengan suara baritonnya yang khas.

Ir. H. Afdhal, sang pemilik rumah yang juga tokoh muda Sultra, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya.

Mengenakan busana putih, ia tampak menyambut tamu-tamunya dengan penuh takzim.

Baginya, menghadirkan UAS di kediaman pribadi adalah cara untuk berbagi keberkahan dengan kerabat dan tetangga.

“Kehadiran Ustadz Abdul Somad di tengah kita adalah anugerah. Kami ingin momen Syawal ini tidak hanya sekadar makan bersama, tapi ada ilmu dan doa yang kita bawa pulang ke rumah masing-masing,” ujar Ir. H. Afdhal saat memberikan sambutan singkat.

Salah satu momen paling menyentuh adalah saat UAS memimpin doa bersama.

Dalam keheningan malam Lepo-Lepo, ribuan orang menengadahkan tangan, mengaminkan permohonan agar Kota Kendari selalu dalam perlindungan dan keberkahan Allah SWT.

Bagi warga yang hadir, malam itu bukan sekadar pertemuan fisik dengan idola. Ia adalah suntikan semangat baru untuk menjalani hari-hari pasca-Lebaran dengan hati yang lebih bersih.

Acara Halal Bihalal ini menjadi bukti bahwa di tengah kesibukan duniawi, ruang-ruang silaturahmi seperti yang digagas H. Afdal tetap menjadi oase yang dinanti masyarakat Sultra.

Saat UAS perlahan meninggalkan lokasi, ia menyisakan satu pesan penting: bahwa memaafkan adalah puncak tertinggi dari sebuah fitrah. (Perdetiknews)

14 / 100 Skor SEO