JAKARTA – Pemerintah mengambil langkah cepat untuk menjaga kualitas program unggulan nasional. Sebanyak 2.162 dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) ditutup sementara.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menegaskan langkah ini diambil guna memastikan percepatan penyempurnaan pelaksanaan dan efektivitas program di lapangan.
“Hingga 30 Maret 2026, program ini sudah menjangkau 38 provinsi dengan total 61.680.043 penerima manfaat. Dari total 26.066 SPPG yang beroperasi, ada 2.162 yang ditutup sementara atau di-suspend,” ujar Zulhas di Jakarta, Jumat (3/4/2026).
Zulhas merincikan bahwa dari 2.162 dapur yang bermasalah tersebut, sebanyak 1.789 dapur dalam status penangguhan (suspend), 368 dapur dijatuhi Surat Peringatan 1 (SP1), dan 5 dapur telah menerima SP2.
Langkah tegas ini, menurut Zulhas, merupakan bagian dari evaluasi agar pelaksanaan MBG berjalan efektif sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Jadi ada 1.789 yang di-suspend agar bisa diperbaiki. Kalau tidak diperbaiki, ya kita tutup juga,” tegas Ketua Umum PAN tersebut.
Menko Pangan mengakui bahwa mengelola program yang menyasar lebih dari 60 juta anak di seluruh pelosok Indonesia bukanlah perkara mudah. Dinamika dan kendala di lapangan terus dipantau untuk dilakukan perbaikan berkelanjutan.
“MBG ini kan program yang sangat besar. Memberikan 60 juta anak kita makan tentu tidak mudah dengan segala dinamikanya. Pemerintah terus melakukan penyempurnaan. Masih ada kurang-kurangnya, tapi insyaallah akan semakin bagus,” tambah Zulhas.

Pemerintah berkomitmen agar SPPG yang beroperasi benar-benar memenuhi standar gizi dan prosedur yang telah ditetapkan. Penutupan sementara ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak main-main dalam urusan pemenuhan gizi anak bangsa. (red)


Tinggalkan Balasan