Kendari – Pelabuhan Kendari menjadi lokasi dimulainya misi kemanusiaan dan kedaulatan ekonomi melalui pelepasan “Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026”, Selasa (5/5/2026).

Kegiatan ini merupakan kolaborasi strategis antara Bank Indonesia (BI) dan TNI Angkatan Laut untuk memastikan ketersediaan uang layak edar di wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T) Provinsi Sulawesi Tenggara.

Dalam kesempatan tersebut, Komandan Lanal (Danlanal) Kendari, Kolonel Laut (P) Dedi Wardana hadir membacakan sambutan tertulis Asisten Operasi (Asops) Kasal, Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan. Sambutan tersebut menegaskan bahwa operasional ini adalah bentuk nyata bela negara melalui pemeliharaan simbol kedaulatan.

“Rupiah merupakan simbol kedaulatan negara yang harus senantiasa kita jaga sebagai wujud nyata dari semangat bela negara. TNI AL hadir sebagai garda terdepan untuk menjamin kelancaran roda pembangunan nasional melalui dukungan infrastruktur laut bagi distribusi Rupiah,” ujar Kolonel Dedi saat membacakan amanat Asops Kasal.

Ekspedisi tahun ini melibatkan armada tempur KRI Pulau Rimau 724, sebuah kapal perang jenis penyapu ranjau yang menjadi ujung tombak keamanan laut di perairan Sulawesi Tenggara.

Kapal ini dijadwalkan menempuh rute pelayaran sejauh 421 nautical miles. Rute tersebut akan menjangkau sejumlah titik krusial di Kepulauan Wakatobi dan sekitarnya, di antaranya:

  • Pulau Wangi-Wangi

  • Pulau Kaledupa

  • Pulau Tomia

  • Pulau Binongko

  • Pulau Runduma

Direktur Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Novyanto, dalam sambutannya mengibaratkan keberadaan Rupiah selayaknya bendera Merah Putih. BI memiliki mandat untuk menjamin kualitas uang yang beredar agar terhindar dari pemalsuan dan memastikan keadilan ekonomi bagi warga di pulau-pulau terujung Nusantara.

Novyanto juga menekankan pentingnya edukasi melalui kampanye “Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah” serta jargon 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang). Inovasi ini, menurutnya, telah membawa Indonesia meraih pengakuan internasional berupa Central Bank Awards ke-11 tahun 2024.

“Kalau kita kerjanya pakai hati, insyaallah terpancar itu semuanya bahkan sampai ke luar negeri sana. Bahkan kekuatan teknologi kita melalui QRIS telah diakui secara global,” tambah Novyanto dalam pidatonya yang penuh semangat.

Kegiatan pelepasan ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda Sulawesi Tenggara yang diwakili oleh Asisten II Setda Sultra, Kepala Kantor Perwakilan BI Sultra Edwin Permadi, serta pimpinan berbagai perbankan di wilayah tersebut. Operasi ini direncanakan berlangsung hingga 11 Mei 2026 sebagai komitmen berkelanjutan untuk memeratakan pembangunan nasional hingga ke pelosok NKRI.  (red/perdetik) 

58 / 100 Skor SEO