JAKARTA, – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini bisa melampaui 5,3 persen.
Sedangkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama diprediksi mencapai sekitar 5,5 persen.
Optimisme tersebut muncul di tengah perlambatan ekonomi global.
Dana Moneter Internasional (IMF), OECD, dan Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia berada pada kisaran 2,6 hingga 3,3 persen.
Di tengah kondisi tersebut, kata Airlangga, ekonomi RI tercatat mampu tumbuh 5,11 persen pada 2025, menjadikannya salah satu negara dengan pertumbuhan tertinggi di kelompok negara G20.
“Proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini di atas 5,3 persen. Dan pada kuartal pertama tahun ini, optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 5,5 persen,” kata Airlangga dalam acara Media Briefing: Update on Economic and Reform Measures di Jakarta, Senin (13/4).
Airlangga memaparkan, ketahanan ekonomi nasional didukung oleh kuatnya permintaan domestik, terutama dari konsumsi rumah tangga yang menyumbang sekitar 54 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Stabilitas ekonomi juga tercermin dari inflasi yang terkendali, neraca perdagangan yang terus mencatat surplus, serta sektor manufaktur yang masih berada pada fase ekspansi.

“Perekonomian Indonesia memasuki triwulan II tahun ini dalam posisi yang kuat, tercermin dari inflasi yang terkendali, surplus neraca perdagangan yang telah berlangsung selama 70 bulan berturut-turut, serta tingkat kepercayaan konsumen yang tinggi,” terang Airlangga, dikutip dari laman resmi Kemenko Perekonomian.
Ia melanjutkan, cadangan devisa Indonesia masih berada pada level yang solid, yakni mencapai sekitar 148,2 miliar dolar AS.
Sementara sektor perbankan tetap kuat dengan rasio permodalan yang tinggi dan risiko kredit yang terkendali.
Airlangga menyampaikan, pemerintah juga terus mendorong berbagai kebijakan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi.
Yakni melalui penguatan investasi, percepatan hilirisasi industri, serta reformasi regulasi guna mempermudah kegiatan usaha.
Sepanjang 2025, realisasi investasi nasional tercatat mampu menyerap sekitar 2,71 juta tenaga kerja baru.
Sementara investasi di sektor hilirisasi mencapai Rp584,1 triliun atau tumbuh 43,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.(kompas.tv)


Tinggalkan Balasan