DESA LAKOMEA, KONAWE, – Proses pembentukan pengurus dan anggota Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Desa Lakomea, Kecamatan Anggalomoare, Kabupaten Konawe, terus menuai polemik.
Dugaan adanya praktik sembunyi-sembunyi dalam musyawarah warga semakin menguat setelah terungkapnya fakta bahwa beberapa pengurus terpilih bukan warga asli Desa Lakomea, bahkan salah satunya baru mengurus KTP setempat.
Situasi ini mendorong sejumlah tokoh masyarakat setempat untuk mendesak dilakukannya pemilihan ulang, mengingat urgensi koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan yang didukung penuh oleh pemerintah pusat.

Inisiatif Pemerintah vs. Realita di Lapangan
Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sejatinya adalah bagian dari inisiatif besar pemerintah untuk memperkuat ekonomi kerakyatan di tingkat desa. Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33 secara gamblang menegaskan bahwa perekonomian Indonesia disusun atas usaha bersama yang didasarkan pada asas kekeluargaan. Spirit inilah yang menjadi landasan utama gerakan koperasi di Tanah Air.



Tinggalkan Balasan