Kendari – Upaya memperluas peran intermediasi perbankan daerah terus dilakukan BPR Bahteramas Bombana.

Kali ini, bank milik daerah tersebut membidik sektor kesehatan sebagai salah satu simpul strategis penguatan ekonomi lokal melalui penjajakan kerja sama dengan Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) dan tenaga kesehatan Kabupaten Bombana yang tengah mengikuti pelatihan di Kendari, Senin 27 April 2026.

Pertemuan yang berlangsung di sela kegiatan pelatihan tenaga medis itu menjadi ruang awal memperkenalkan berbagai produk layanan keuangan BPR Bahteramas sekaligus membangun komunikasi mengenai peluang kolaborasi yang bisa dikembangkan ke depan.

Inisiatif pertemuan tersebut disebut lahir dari gagasan Komisaris Utama BPR Bahteramas Bombana, Dr Sofyan, yang melihat sektor kesehatan memiliki posisi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Dalam forum itu, tampak hadir jajaran lengkap BPR Bahteramas, mulai dari Komisaris Utama, komisaris, direksi, hingga PE Pemasaran BPR Bahteramas.

Hadir pula Kepala Bapelkes Sulawesi Tenggara, Dr. Mutalib, bersama para tenaga kesehatan Kabupaten Bombana yang tengah mengikuti pelatihan.

Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mempertegas keseriusan penjajakan kerja sama lintas sektor antara dunia perbankan daerah dan sektor kesehatan.

Direktur Utama BPR Bahteramas Bombana, Yusri, mengatakan penjajakan kerja sama itu diarahkan pada dua fokus utama, yakni penghimpunan dana dan penyaluran kredit bagi tenaga kesehatan di Kabupaten Bombana.

“Tenaga kesehatan merupakan bagian penting dari masyarakat yang juga memiliki kontribusi dalam menggerakkan ekonomi lokal. Karena itu, BPR ingin hadir mengambil peran melalui dukungan layanan keuangan yang sesuai kebutuhan mereka, baik kebutuhan konsumtif maupun pembiayaan produktif,” ujar Yusri.

Menurut Yusri, pendekatan ini bukan semata memperluas basis nasabah, tetapi menjadi bagian dari strategi membangun ekosistem ekonomi daerah yang lebih inklusif.

Melalui akses pembiayaan yang lebih mudah, tenaga kesehatan diharapkan memiliki ruang lebih besar untuk meningkatkan kapasitas ekonomi, yang pada akhirnya berdampak pada kesejahteraan masyarakat secara luas.

Pada tahap awal, sasaran kolaborasi akan difokuskan pada penguatan sumber daya manusia di sektor kesehatan.

Namun dalam jangka panjang, dampaknya diharapkan menjalar ke sektor lain yang berkaitan erat dengan aktivitas pelayanan kesehatan dan ekonomi masyarakat di Bombana.

“Jika sektor kesehatan bertumbuh kuat, maka perputaran ekonomi lokal ikut meningkat. Dampaknya akan terasa pada peningkatan pendapatan masyarakat, tumbuhnya aktivitas ekonomi produktif, hingga kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bombana,” jelasnya.

Saat ini, pembahasan masih berada pada tahap penjajakan awal. Namun BPR Bahteramas memastikan dalam waktu dekat akan menggelar pertemuan lanjutan yang lebih teknis dengan melibatkan pihak-pihak terkait agar skema kerja sama dapat segera diwujudkan.

Langkah yang diinisiasi Komisaris Utama BPR Bahteramas Bombana, Dr Sofyan, tersebut dinilai menjadi strategi baru lembaga keuangan daerah dalam membangun kemitraan lintas sektor.

Dengan menjadikan sektor kesehatan sebagai pintu masuk, BPR Bahteramas berharap mampu menghadirkan layanan keuangan yang tidak hanya adaptif, tetapi juga berdampak nyata terhadap penguatan ekonomi lokal di Kabupaten Bombana. (red)

66 / 100 Skor SEO