Kendari – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi melakukan penyegaran organisasi. Agenda ini ditandai dengan seremoni pemberhentian dan pengangkatan pengurus baru untuk sisa masa bakti 2025-2030.

Acara yang berlangsung khidmat di Kendari, 16 April 2026 ini, dihadiri oleh jajaran pengurus TP PKK Sultra. Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua TP PKK Sultra  Arinta Andi Sumangerukka yang menekankan bahwa perubahan dalam sebuah organisasi adalah hal yang lumrah dan niscaya terjadi.

Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Sultra Arinta Andi Sumangerukka menyatakan bahwa keputusan perombakan pengurus ini diambil dengan pertimbangan utama untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi. Penempatan personel baru dilakukan berdasarkan kompetensi dan ketersediaan waktu masing-masing pengurus.

“Perubahan dalam sebuah organisasi adalah hal yang niscaya, artinya pasti terjadi. Keputusan pemberhentian dan pengangkatan pengurus kali ini diambil dengan pertimbangan utama yaitu efektivitas dan efisiensi organisasi,” ujarnya dalam pidato sambutan.

Ia berharap dengan adanya wajah-wajah baru, program kerja PKK tidak hanya berhenti pada tahap perencanaan, tetapi bisa terekskusi dengan nyata di lapangan.

“Efektif dengan penempatan personel sesuai dengan kompetensi dan ketersediaan waktu, agar program kerja tidak segera rencana tetapi terekskusi dengan nyata,” tambahnya.

Selain efektivitas kerja, aspek efisiensi dalam koordinasi juga menjadi sorotan. PKK Sultra ingin memangkas rantai birokrasi internal agar setiap kendala yang ditemukan di lapangan dapat segera dicarikan solusinya secara cepat.

“Kemudian agar efisien, memastikan rantai koordinasi menjadi lebih pendek dan cepat. Sehingga setiap kendala di lapangan dapat segera kita carikan solusinya tanpa komunikasi berbelit,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan para pengurus bahwa PKK adalah organisasi masyarakat yang bersifat sukarela untuk pemberdayaan masyarakat, bukan organisasi pencari laba. Oleh karena itu, ia meminta seluruh pengurus bekerja dengan ikhlas dan profesional tanpa adanya konflik internal yang tidak perlu.

“Memahami dan bertanggung jawab apa yang menjadi tugas kita dan tugas orang lain, dan sebaiknya dilaksanakan tanpa drama,” tuturnya yang disambut senyum para hadirin.

Di akhir sambutan, Ketua TP PKK Sultra menegaskan posisi PKK bukan sekadar organisasi seremonial. Ia ingin PKK menjadi mitra strategis pemerintah yang mampu menjadi agen pemberdayaan mulai dari unit terkecil, yaitu keluarga.

“Mari kita buktikan bahwa PKK bukan sekadar organisasi seremonial, melainkan mitra strategis pemerintah yang mampu menjadi agen pemberdayaan yang dimulai dari unit terkecil yaitu keluarga,” pungkasnya.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama antara pengurus lama dan pengurus baru sebagai simbol estafet perjuangan dan semangat baru dalam membangun Sulawesi Tenggara melalui pemberdayaan keluarga. (red)

21 / 100 Skor SEO