Kendari – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ir Hugua menegaskan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi penopang utama pergerakan ekonomi masyarakat di Bumi Anoa.

Karena itu, penguatan UMKM dinilai menjadi kunci mendorong pertumbuhan ekonomi daerah hingga meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal itu disampaikan Hugua saat membuka Sultra Maimo Syariah Fest (SMSF) 2026 di Kendari, yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menyampaikan terima kasih kepada Bank Indonesia yang telah menyelenggarakan Maimo Fest ini dalam rangka menggelorakan UMKM. Ini benar-benar Made in Indonesia, bahkan Made in Sulawesi Tenggara,” kata Hugua dalam sambutannya.

Menurut Hugua, geliat UMKM akan berdampak langsung pada seluruh lapisan masyarakat, mulai dari kalangan menengah ke bawah hingga kelompok ekonomi atas.

Di tengah tantangan ekonomi global yang penuh ketidakpastian, pertumbuhan sektor UMKM dinilai menjadi bantalan ekonomi yang paling nyata bagi masyarakat.

“Kalau ini berkembang dengan baik, pasti kelas menengah ke bawah yang menikmatinya, termasuk kelas atas juga.

Sehingga dinamika ekonomi masyarakat berkembang, pertumbuhan ekonomi daerah berkembang, PAD daerah naik, dan pembangunan bisa kita biayai dengan maksimal,” ujarnya.

Hugua menyebut kontribusi UMKM terhadap ekonomi Sultra sangat besar. Bahkan, sekitar 70 persen masyarakat Sultra masih menggantungkan hidup pada sektor tersebut, terutama UMKM yang bergerak di bidang pangan, industri kecil, dan ekonomi kreatif.

Ia menilai, bila sektor-sektor tersebut tumbuh secara berkelanjutan, dampaknya bukan hanya pada penguatan ekonomi lokal, tetapi juga terhadap ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Hampir 70 persen penduduk kita tergantung di sektor UMKM. Kalau sektor pangan berkembang, industri kecil berkembang, ekonomi kreatif tumbuh, maka masyarakat kita pelan-pelan tapi pasti akan sejahtera,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Hugua juga mengapresiasi langkah Bank Indonesia yang terus mendorong digitalisasi ekonomi lewat sistem pembayaran QRIS.

Ia bahkan mengaku menjadi salah satu pengguna aktif layanan transaksi digital tersebut.

“Saya salah seorang pengguna aktif QRIS. Mudah-mudahan kita semua aktif menggunakan QRIS, karena ini milik kita bersama, karya bangsa sendiri, dan menjadi instrumen penting mendukung UMKM naik kelas,” pungkasnya. (red)

9 / 100 Skor SEO