KONSEL — Dugaan perusakan hutan secara sistematis di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai kian menguat.

Laporan warga dari sejumlah desa menyebut aktivitas ilegal tak lagi sporadis, melainkan berpola dan berlangsung lama—dengan indikasi pembiaran oleh otoritas pengelola.

Di dalam kawasan konservasi itu, warga mendapati pembukaan lahan skala luas, pembangunan jalan dengan alat berat, hingga berdirinya permukiman dan fasilitas umum.

Sejumlah sumber juga menyebut keberadaan pembangkit listrik dan proyek fasilitas pemerintah yang menggunakan anggaran negara di area yang seharusnya steril dari aktivitas non-konservasi.

Temuan lapangan tersebar di beberapa titik. Di Desa Bou, Kecamatan Lambandia, Kabupaten Kolaka Timur, pembukaan kebun dilaporkan meluas.