JAKARTA – Polda Metro Jaya mengamankan 65 orang menjelang aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Puluhan orang tersebut diamankan melalui jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) dan Direktorat Siber (Ditsiber) Polda Metro Jaya dalam rangkaian operasi preventive strike dan preventive education.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, hingga Kamis, sebanyak 65 orang telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

IKLAN BARIS PERDETIKNEWSIKLAN
R2000 GARAGE Rawat Mobilmu, Nikmati Perjalanannya
Jasa

R2000 GARAGE Rawat Mobilmu, Nikmati Perjalanannya

Perawatan mobil dengan layanan profesional dan teknologi diagnostik modern.

Diagnosa Akurat
Teknologi Canggih
Layanan Profesional
Performa Optimal

Tersedia berbagai layanan perawatan dan pemeriksaan kendaraan.

R2000 CareFree Sunday
Treat Your Car, Enjoy Your Sunday.

Informasi layanan dan harga dapat ditanyakan langsung.

📍 Jl. Brigjen Katamso No. 3, Baruga, Kendari
📲 Hubungi Pemasang
DIJUAL MOBIL
Mobil

DIJUAL MOBIL

Daihatsu Grand Max ACPS 1.5 cc, kondisi full orisinil, STNK/BPKB lengkap, pajak hidup. Harga Rp98 juta, nego tipis. Unit Kendari–Ranomeeto.

📍 Unit Kendari–Ranomeeto.  |  💰 Rp 98.000.000
📲 Hubungi Pemasang

“Dari rangkaian ini ada 65 orang yang sudah diamankan oleh Ditreskrimum dan Ditsiber Polda Metro Jaya,” kata Budi dalam konferensi pers, Kamis (27/8/2026).

Dalam operasi tersebut, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti.

Barang-barang yang disita antara lain senjata tajam, airsoft gun, obat-obatan, perangkat komunikasi, serta bahan atau benda yang menurut kepolisian dipersiapkan untuk membuat bom molotov.

Polisi juga menemukan tujuh jeriken berisi bensin dan 201 botol kaca berikut sumbu.

Budi mengatakan barang-barang tersebut termasuk benda yang dilarang dibawa dalam kegiatan penyampaian pendapat di muka umum sebagaimana ketentuan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998.

“Barang-barang dibawa yang ditemukan oleh tim preventif strike, barang-barang yang tidak diperbolehkan oleh Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 dalam penyampaian pendapat,” tutur Budi.

Meski telah mengamankan 65 orang, Polda Metro Jaya masih melakukan pendalaman terhadap identitas dan keterkaitan mereka dengan aksi demonstrasi di Gedung DPR.

Polisi belum memastikan apakah seluruh orang yang diamankan tersebut merupakan bagian dari massa yang hendak menyampaikan aspirasi.

“Ini masih dilakukan pendalaman apakah dari 65 orang yang diamankan merupakan bagian dari saudara-saudara kita yang menyampaikan aspirasi,” ujar Budi.

Dengan demikian, pengamanan 65 orang tersebut belum dapat diartikan bahwa seluruhnya merupakan peserta aksi demonstrasi. Status dan keterkaitan mereka masih menunggu hasil pemeriksaan kepolisian.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago juga mengungkapkan bahwa aparat telah mengamankan sejumlah orang menjelang aksi demonstrasi 27 Agustus.

Pernyataan tersebut disampaikan Djamari setelah melakukan kegiatan jalan sehat bersama Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri dan Pangdam Jaya Letjen TNI Deddy Suryadi di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Kamis pagi.

“Kapolda menyampaikan kepada saya dari sejak tadi malam itu dilakukan bahwa ada beberapa orang yang sudah kita periksa, yang kita tahan untuk sementara untuk itu,” kata Djamari.

Djamari sebelumnya juga menegaskan pemerintah tidak melakukan penyekatan terhadap masyarakat yang hendak datang ke Jakarta untuk menyampaikan aspirasi.

Ia mengatakan masyarakat tetap memiliki ruang untuk menyampaikan pendapat, sementara aparat bertugas memastikan aksi berlangsung aman dan tertib.

Pengamanan dilakukan untuk mengantisipasi adanya pihak yang berpotensi mengganggu jalannya penyampaian aspirasi.

Pemerintah menyatakan masyarakat yang hendak menyampaikan pendapat tetap diberikan ruang, sementara aparat keamanan melakukan pengawalan dan pengamanan agar aksi berlangsung tertib serta tidak mengganggu kepentingan masyarakat lainnya.

Hingga saat ini, proses pemeriksaan terhadap 65 orang yang diamankan masih berlangsung. Polisi juga masih mendalami asal-usul barang bukti serta kemungkinan keterkaitan mereka dengan rencana aksi di depan Gedung DPR.

Editor: Ikhsan