KONAWE SELATAN – Musibah datang begitu cepat bagi keluarga Ali Takdir, warga Dusun II, Desa Sambahule, Kecamatan Baito, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Hanya sekitar 30 menit meninggalkan rumah, tempat tinggal mereka hangus dilalap api hingga rata dengan tanah, Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 15.10 WITA.
Tak ada satu pun barang berharga yang berhasil diselamatkan. Seluruh isi rumah, mulai dari pakaian, perabotan hingga perlengkapan sekolah anak-anak, habis menjadi abu.
Menurut keterangan Ali Takdir, sebelum meninggalkan rumah ia sempat menggoreng pisang di dapur. Setelah selesai, kompor gas dipastikan telah dimatikan. Ia kemudian pergi bersama anaknya ke bengkel untuk memperbaiki sepeda motor.
Namun, baru sekitar setengah jam berada di bengkel, telepon dari tetangganya membuat jantungnya berdegup kencang.
Asap hitam pekat terlihat membumbung dari arah rumahnya.
Ali pun bergegas pulang. Sayangnya, saat tiba di lokasi, kobaran api sudah membesar dan menguasai hampir seluruh bangunan.
Cuaca yang panas disertai embusan angin kencang membuat api dengan cepat melalap rumah beserta seluruh isinya.
“Tak sehelai pakaian maupun barang berharga yang sempat diselamatkan. Seluruh isi rumah habis terbakar,” demikian laporan tim di lapangan.

Akibat musibah tersebut, empat anggota keluarga kehilangan tempat tinggal, yakni Ali Takdir, istrinya Neni Astrianingsih, serta dua anak mereka yang masih bersekolah di tingkat SMA dan SMP.
Kini keluarga tersebut membutuhkan uluran tangan berbagai pihak untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari sambil menunggu adanya bantuan lanjutan.
Beberapa kebutuhan yang paling mendesak antara lain bahan makanan atau sembako, pakaian sekolah beserta perlengkapan belajar untuk kedua anak, pakaian harian, selimut dan perlengkapan tidur, kompor beserta tabung gas, peralatan dapur, hingga penampung serta akses air bersih.
Musibah ini menjadi pengingat bahwa kebakaran dapat terjadi dalam waktu singkat dan menghanguskan seluruh harta benda. Di tengah cobaan yang dialami keluarga Ali Takdir, bantuan dan kepedulian masyarakat diharapkan dapat meringankan beban mereka untuk kembali memulai kehidupan.
Editor: San



Tinggalkan Balasan