Kendari – Jagat media sosial diguncang oleh pengakuan memilukan seorang ibu di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) diduga menjadi korban asusila oleh seorang oknum anggota TNI berinisial Sertu MB.
Dilansir dari Simpulindonesia.com, kasus ini mencuat setelah ibu korban, MS, bersuara lantang melalui unggahan di media sosial pada Rabu (29/4/2026). MS memohon keadilan dan bantuan atas penderitaan yang menimpa buah hatinya.
Pengakuan MS mengungkap fakta yang mengerikan. Perbuatan bejat tersebut diduga telah berlangsung dalam waktu yang lama, yakni sejak sang anak masih duduk di kelas 5 SD hingga kini hampir lulus sekolah.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka psikologis yang sangat dalam. MS menyebut mental anaknya telah rusak bahkan sempat melakukan percobaan bunuh diri.
“Anakku sudah rusak mentalnya, sudah pernah dia coba bunuh diri. Ternyata sudah dari kelas 5 dia dilecehkan sampai sekarang sudah mau tamat SD. Luka dia simpan sendiri, trauma dan ketakutannya,” ungkap MS dalam unggahannya.
Sertu MB sempat menjalani pemeriksaan di Kodim 1417/Kendari sebelum akhirnya perkara tersebut dilimpahkan ke POM Kendari. Namun, informasi yang diterima keluarga korban menyebutkan bahwa pelaku melarikan diri dari pemeriksaan.
Pasi Intel Kodim 1417/Kendari, Kapten Inf Edi Kusuma, membenarkan bahwa terduga pelaku sempat diperiksa namun kemudian menghilang dengan alasan yang dinilai janggal.
Senada dengan hal tersebut, Komandan Denpom XIV/3 Kendari, Letkol CPM Haryadi Budaya Pela, memastikan bahwa saat pelimpahan perkara ke Denpom, Sertu MB sudah tidak berada di tempat.

“Jadi saat dilimpahkan ke Denpom Kendari, yang bersangkutan tidak ada, hanya melimpahkan perkaranya saja,” beber Haryadi.
Meski keberadaan pelaku belum diketahui, pihak Denpom menegaskan bahwa proses hukum terhadap Sertu MB akan terus berjalan. Saat ini, status oknum anggota TNI tersebut telah ditingkatkan menjadi buronan.
Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 1417/Kendari, Kolonel Arm Danny Arianto Pardamean Girsang, belum memberikan penjelasan secara rinci terkait kasus ini. Saat dikonfirmasi awak media pada Rabu (29/4) malam, dirinya mengaku masih menjalankan dinas di luar kota. (red)



Tinggalkan Balasan