KENDARI, PERDETIKNEWS.COM – Perjalanan Prof. Dr. Ir. Takdir Saili menuju kursi pimpinan Universitas Halu Oleo (UHO) tidak terlepas dari perjalanan panjangnya di dunia akademik. Berangkat dari disiplin ilmu peternakan, ia menapaki berbagai jenjang karier hingga dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis di kampus negeri terbesar di Sulawesi Tenggara tersebut.

Nama Takdir bukan sosok baru di lingkungan UHO. Sebelum mengikuti kontestasi pemilihan rektor periode 2026–2030, ia telah menjalani pengalaman kepemimpinan mulai dari tingkat jurusan, fakultas, hingga universitas.

Lahir di Baubau, Sulawesi Tenggara, pada 12 Februari 1969, Takdir menempuh pendidikan sarjana di Universitas Hasanuddin. Ia kemudian melanjutkan pendidikan magister dan doktor di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Latar belakang pendidikan tersebut membawanya menekuni bidang ilmu reproduksi ternak. Bidang ini menjadi bagian penting dari perjalanan akademiknya sebagai pengajar, peneliti, sekaligus pengembang ilmu peternakan.

Namun, kiprahnya tidak berhenti di ruang kuliah dan kegiatan penelitian. Takdir juga dipercaya mengemban tanggung jawab dalam pengelolaan institusi pendidikan.

Pada periode 2009–2012, ia tercatat menjabat Ketua Jurusan Peternakan. Setelah itu, pada 2012, ia dipercaya menjadi Dekan Fakultas Peternakan UHO, jabatan yang diembannya hingga 2018.

Pengalaman memimpin fakultas menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan kariernya. Dari posisi tersebut, ia kemudian mendapat kepercayaan mengelola pendidikan pascasarjana UHO sebagai direktur.

Di tingkat universitas, Takdir juga tercatat pernah menjabat Ketua Senat Universitas. Ia selanjutnya menjalankan tugas sebagai Wakil Rektor IV UHO, dengan lingkup bidang kerja sama, sistem informasi, dan hubungan masyarakat.

Rangkaian jabatan tersebut memperlihatkan perjalanan karier yang berkembang dari pengelolaan akademik di tingkat jurusan dan fakultas menuju tanggung jawab pada level universitas.

Di luar tugas manajerial, Takdir juga aktif dalam kegiatan akademik dan organisasi profesi. Bidang keahliannya meliputi reproduksi ternak, manajemen reproduksi, inseminasi buatan, serta transfer embrio. Ia juga tercatat terlibat dalam penelitian dan pengabdian masyarakat di bidang peternakan.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari rekam jejak yang dibawanya ketika kembali mengikuti pemilihan Rektor UHO.

Pada pemilihan rektor periode 2025–2029, Takdir pernah bersaing dengan sejumlah kandidat lainnya. Dalam pemungutan suara yang diberitakan UHO pada Juni 2025, ia memperoleh 30 suara, terpaut satu suara dari Prof. Armid yang meraih 31 suara.

Setahun kemudian, Takdir kembali masuk dalam persaingan menuju pucuk pimpinan universitas. Kali ini, ia berhadapan dengan dua kandidat lainnya, yakni Prof. Ida Usman dan Dr. Herman.

Pemilihan yang berlangsung pada Selasa (13/10/2026) itu berakhir dengan Takdir memperoleh 42 suara. Ida Usman meraih 18 suara, sedangkan Herman mendapatkan 13 suara. Selain itu, terdapat satu suara tidak sah.

Hasil tersebut menempatkan Takdir sebagai kandidat dengan perolehan suara terbanyak dalam pemilihan rektor UHO periode 2026–2030.

Ketua Panitia Pemilihan Rektor UHO, Prof. Dr. Ali Bain, menyatakan proses pemilihan berlangsung aman dan lancar tanpa kendala berarti. Penentuan hasil dilakukan melalui mekanisme pemungutan suara oleh anggota senat yang mengikuti pemilihan.

Perolehan suara itu menjadi babak baru dalam perjalanan akademik Takdir. Setelah melewati pengalaman sebagai dosen, ketua jurusan, dekan, direktur pascasarjana, dan wakil rektor, ia kini berada di ambang tanggung jawab yang lebih besar dalam memimpin universitas.

Tantangan kepemimpinan perguruan tinggi juga menjadi perhatian Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Fauzan. Ia menegaskan, keberhasilan seorang rektor tidak cukup diukur dari berjalannya aktivitas akademik di lingkungan kampus, tetapi juga dari dampak nyata yang dihasilkan bagi masyarakat.

“Yang substantif justru berada pada kinerja. Tantangan yang berat adalah bagaimana membawa perguruan tinggi berdampak,” ujar Fauzan.

Menurut dia, perguruan tinggi harus mampu keluar dari pola pikir menara gading. Kampus perlu mengambil peran lebih besar dalam menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

“Perguruan tinggi harus turun gunung, tidak boleh berada dalam menara gading, tetapi harus menjadi entitas sosial. Perguruan tinggi harus menjawab problem-problem riil yang terjadi di masyarakat,” katanya.

Bagi UHO, hasil pemilihan ini bukan hanya tentang siapa yang memperoleh suara terbanyak. Perhatian berikutnya tertuju pada bagaimana kepemimpinan mendatang menerjemahkan pengalaman akademik dan manajerial menjadi program yang memperkuat mutu pendidikan, riset, inovasi, serta kontribusi kampus bagi pembangunan daerah.

Takdir sendiri sebelumnya menyampaikan gagasan pengembangan UHO sebagai pusat unggulan pendidikan, riset, dan inovasi yang bertumpu pada potensi lokal, tetapi tetap memiliki daya saing global. Gagasan tersebut mencakup peningkatan kualitas pendidikan, penguatan penelitian, tata kelola yang transparan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dengan perolehan 42 suara, Takdir menutup tahapan pemilihan dengan posisi teratas. Adapun status pengangkatan dan pelantikan secara formal tetap perlu merujuk pada keputusan resmi pihak yang berwenang.

Perjalanan panjangnya di lingkungan akademik kini memasuki fase baru. Ukuran keberhasilan berikutnya bukan semata jabatan yang diemban, melainkan sejauh mana pengalaman dan gagasan tersebut dapat diwujudkan menjadi kemajuan bagi Universitas Halu Oleo dan masyarakat Sulawesi Tenggara.

 

Editor: San

Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, S.E., M.M.
Provinsi Sulawesi Tenggara
Polling aktif
Ikut Polling →
dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM
Kota Kendari
Polling aktif
Ikut Polling →
Yusran Akbar
Kabupaten Konawe
Polling aktif
Ikut Polling →
La Ode Darwin
Kabupaten Muna Barat
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Amri Jamaluddin, S.STP., M.Si.
Kabupaten Kolaka
Polling aktif
Ikut Polling →
Irham Kalenggo, S.Sos., M.Si
Kabupaten Konawe Selatan
Polling aktif
Ikut Polling →
Rifqi Saifullah Razak, S.T.
Kabupaten Konawe Kepulauan
Polling aktif
Ikut Polling →
Drs. H. Nur Rahman Umar, M.H.
Kabupaten Kolaka Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
Drs. H. Bachrun, M.Si
Kabupaten Muna
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Muhammad Adios, S.Sos
Kabupaten Buton Selatan
Polling aktif
Ikut Polling →
Dr. H. Azhari, S.STP., M.Si
Kabupaten Buton Tengah
Polling aktif
Ikut Polling →
Alvin Akawijaya Putra, S.H.
Kabupaten Buton
Polling aktif
Ikut Polling →
Afirudin Mathara, S.H., M.H.
Kabupaten Buton Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
Ir. H. Burhanuddin, M.Si.
Kabupaten Bombana
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Haliana, S.E.
Kabupaten Wakatobi
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Yusran Fahim, S.E.
Kota Baubau
Polling aktif
Ikut Polling →
Dr. H. Ikbar, S.H., M.H.
Kabupaten Konawe Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Yosep Sahaka, S.Pd., M.Pd
Kabupaten Kolaka Timur
Polling aktif
Ikut Polling →
56 / 100 Skor SEO