Kendari – Teka-teki mengenai langkah politik Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, pada kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2029 akhirnya terjawab.

Pria yang akrab disapa ASR ini menegaskan dirinya emoh terburu-buru memikirkan periode kedua dan memilih fokus menuntaskan sisa masa jabatannya.

Isu politik ini mencuat ke permukaan pascadiskusi hangat antara sang Gubernur dengan para Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kota Kendari.

Alih-alih memberikan kepastian, Andi Sumangerukka justru menilai obrolan mengenai suksesi kepemimpinan 2029 masih terlalu dini untuk digulirkan sekarang.

“Masih lama kok sudah sekarang diomongin ya. Jadi sebenarnya masih ada empat tahun. Nah berikanlah kesempatan kepada saya dulu untuk bekerja,” ujar Andi Sumangerukka, Sabtu (23/5/2026).

Pertemuan yang dihadiri oleh perwakilan mahasiswa dari Universitas Halu Oleo (UHO), UM Kendari, dan IAIN Kendari tersebut sebenarnya tidak dirancang untuk membahas urusan politik praktis. Fokus utama diskusi justru membedah hakikat kepemimpinan serta tanggung jawab moral seorang kepala daerah.

Di hadapan para aktivis kampus, Andi Sumangerukka sempat melontarkan pernyataan filosofis mengenai makna menjadi seorang nomor satu di bumi Anoa.

“Pemimpin itu adalah pribadi-pribadi yang dikorbankan. Mungkin dia punya banyak keinginan, tapi karena dia berhadapan dengan keinginan orang banyak maka dia harus mengorbankan keinginannya sendiri. Dia harus bisa mengakomodir keinginan orang banyak,” jelasnya.

Lantas, bagaimana dengan peluangnya untuk kembali bertarung di masa depan?

Mantan Pangdam XIV/Hasanuddin ini mengaku belum mengambil keputusan final terkait kelanjutan karier politiknya.

Ia menegaskan, keputusan untuk maju kembali atau tidak harus berlandaskan pada aspirasi murni dari masyarakat Sultra serta dukungan penuh dari pihak keluarga.

Untuk saat ini, dirinya enggan terdistraksi oleh urusan pencalonan dan memilih untuk mengeksekusi program kerja yang ada di depan mata secara bertahap.

“Saya tidak mau memberikan komentar apakah saya maju atau tidak pada 2029, karena masih banyak pekerjaan. Jadi kalau saya bilang belum tentu maju, bukan berarti tidak mau maju lagi, tapi statusnya memang belum tentu. Kita mau bekerja saja dulu, step by step, masih jauh,” pungkasnya. (red)

Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, S.E., M.M.
Provinsi Sulawesi Tenggara
Polling aktif
Ikut Polling →
dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM
Kota Kendari
Polling aktif
Ikut Polling →
Yusran Akbar
Kabupaten Konawe
Polling aktif
Ikut Polling →
La Ode Darwin
Kabupaten Muna Barat
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Amri Jamaluddin, S.STP., M.Si.
Kabupaten Kolaka
Polling aktif
Ikut Polling →
Irham Kalenggo, S.Sos., M.Si
Kabupaten Konawe Selatan
Polling aktif
Ikut Polling →
Rifqi Saifullah Razak, S.T.
Kabupaten Konawe Kepulauan
Polling aktif
Ikut Polling →
Drs. H. Nur Rahman Umar, M.H.
Kabupaten Kolaka Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
Drs. H. Bachrun, M.Si
Kabupaten Muna
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Muhammad Adios, S.Sos
Kabupaten Buton Selatan
Polling aktif
Ikut Polling →
Dr. H. Azhari, S.STP., M.Si
Kabupaten Buton Tengah
Polling aktif
Ikut Polling →
Alvin Akawijaya Putra, S.H.
Kabupaten Buton
Polling aktif
Ikut Polling →
Afirudin Mathara, S.H., M.H.
Kabupaten Buton Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
Ir. H. Burhanuddin, M.Si.
Kabupaten Bombana
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Haliana, S.E.
Kabupaten Wakatobi
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Yusran Fahim, S.E.
Kota Baubau
Polling aktif
Ikut Polling →
Dr. H. Ikbar, S.H., M.H.
Kabupaten Konawe Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Yosep Sahaka, S.Pd., M.Pd
Kabupaten Kolaka Timur
Polling aktif
Ikut Polling →
25 / 100 Skor SEO