KENDARI – Perayaan HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Korem 143/Halu Oleo, Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), digelar dengan cara sederhana. Tak ada pesta mewah, jajaran TNI justru mengajak masyarakat makan bersama sekaligus memberdayakan pelaku UMKM lokal.
Danrem 143/Halu Oleo Brigjen TNI Raden Wahyu Sugiarto mengatakan sebanyak 30 UMKM dilibatkan dalam kegiatan makan bersama tersebut.
Puluhan gerobak UMKM disiapkan untuk menyediakan makanan bagi masyarakat, prajurit TNI dan tamu yang hadir dalam rangkaian HUT TNI.
“Jadi intinya ulang tahun ini selain dijadikan evaluasi internal kita untuk evaluasi kinerja kita yang lalu, juga bersama masyarakat untuk bersama-sama merayakan kebahagiaan HUT TNI,” kata Wahyu saat ditemui usai upacara HUT TNI di Korem 143/HO, Senin (5/10/2026).
Menurutnya, konsep sederhana tersebut merupakan arahan pimpinan agar perayaan HUT TNI tidak hanya menjadi momentum internal, tetapi juga dirasakan langsung masyarakat.
“HUT TNI ini kita boleh berbahagia, tetapi berbahagia bersama-sama,” ujarnya.
30 UMKM, 3.000 Porsi
Hal yang menarik dalam perayaan tersebut adalah keterlibatan UMKM di sekitar Makorem.
Wahyu mengatakan pihaknya tidak memesan makanan dari restoran atau katering besar. Makanan justru dipesan dari puluhan pelaku UMKM lokal.
“Dengan memberdayakan UMKM, kita enggak beli dari restoran,” katanya.
Sebanyak 30 UMKM dilibatkan dengan menyediakan makanan dalam jumlah besar untuk disantap bersama.
“Ini UMKM kita hadirkan, kita pesan 200, 200, 200 porsi. Perhitungan kita dengan 30 UMKM kita hadirkan sekitar 3.000,” jelas Wahyu.
Pemandangan berbeda pun terlihat setelah upacara. Prajurit TNI dan masyarakat berbaur menikmati makanan yang disediakan UMKM.
Menurut Wahyu, kegiatan tersebut sengaja dibuat agar prajurit tidak hanya berdiri bersama dalam kegiatan formal, tetapi juga bisa berkomunikasi langsung dengan masyarakat.
“Sebagian di luar itu dengan masyarakat makan bareng-bareng. Biar bisa berkomunikasi lagi,” ujarnya.
TNI Makan Bareng Warga
Wahyu menegaskan kegiatan tersebut bukan hanya diperuntukkan bagi masyarakat. Personel TNI yang selesai mengikuti rangkaian upacara juga ikut makan bersama.
Konsep tersebut, kata dia, menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara prajurit dan masyarakat.
“Intinya kita makan-makan bersama masyarakat, dengan memberdayakan UMKM,” katanya.
Bagi Korem 143/HO, perayaan HUT TNI bukan sekadar kegiatan seremonial. Momentum tersebut juga digunakan untuk mengevaluasi pelaksanaan tugas sekaligus memperkuat soliditas dan profesionalisme prajurit.
“Kita harapkan dengan HUT TNI ini akan memperkuat soliditas TNI, kemudian juga meningkatkan profesionalisme, kemudian juga semakin dicintai oleh rakyat sehingga terwujud kemanunggalan TNI dan rakyat,” ujar Wahyu.
Danrem Bicara Sikap Humanis Prajurit
Dalam kesempatan tersebut, Wahyu juga menyinggung pentingnya sikap humanis prajurit dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa keterlibatan TNI dalam membantu masyarakat merupakan bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP), termasuk membantu pemerintah daerah dan penanganan bencana.
Karena itu, ia meminta seluruh anggota menjaga sikap ketika berada di tengah masyarakat.
“Kita tidak boleh menyakiti masyarakat,” tegasnya.
Wahyu bahkan menegaskan akan memberikan tindakan terhadap anggota yang melakukan pelanggaran atau menyakiti masyarakat.
“Kalau ada anggota-anggota yang melakukan pelanggaran dan menyakiti masyarakat, tindakan kita tegas,” katanya.
Menurutnya, langkah tersebut bukan hanya untuk memberikan efek jera, tetapi juga menjaga kepercayaan masyarakat terhadap TNI.
“Doktrin kita, 8 Wajib TNI mengatakan bahwa TNI dan masyarakat itu satu,” ujarnya.
Ia mengakui sebagai institusi dengan jumlah personel yang besar, potensi pelanggaran oleh oknum tetap ada. Namun, setiap pelanggaran akan ditindak sesuai aturan.
“Selain sebagai efek jera ke yang lain, juga bahwa kita menegakkan aturan. Kita menjaga supaya masyarakat tetap mencintai TNI,” kata Wahyu.
Sinergi TNI-Polri dan Pemda
Terkait kondisi keamanan di Sultra, Wahyu menyebut sinergi antara TNI, Polri dan pemerintah daerah berjalan baik.
“Saya rasa di wilayah Sultra ini sinergi kita sangat bagus, sangat-sangat bagus,” ujarnya.
Ia mengatakan TNI juga terlibat dalam operasi bantuan kepada kepolisian sesuai kebutuhan di wilayah.
“Bagi Korem 143/HO, sinergi antarlembaga menjadi bagian penting dalam menjaga kondusivitas Sulawesi Tenggara. Peringatan HUT ke-81 TNI tahun ini mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.” pungkasnya.
Editor: Ixan



Tinggalkan Balasan