KOLAKA — Rencana penyelenggaraan sabung ayam akbar di Desa Pesouha, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, menjadi perhatian warga.
Kegiatan tersebut diinformasikan bakal berlangsung pada Minggu (27/9/2026). Informasi yang diterima menyebut kegiatan dimulai sekitar pukul 11.00 Wita dan berlangsung hingga malam hari.
Rencana kegiatan ini mendapat sorotan karena lokasi yang disebut akan digunakan sebagai arena berada di kawasan permukiman dan berdekatan dengan rumah ibadah.
Berdasarkan informasi masyarakat, jarak lokasi dengan sebuah gereja diperkirakan sekitar 150 meter. Namun, jarak tersebut belum diverifikasi secara independen oleh redaksi.
Sejumlah foto dan video yang diterima Perdetiknews memperlihatkan aktivitas sabung ayam di lokasi yang disebut berada di kawasan Pesouha.
Dalam rekaman tersebut, puluhan orang tampak berkumpul mengelilingi area terbuka. Beberapa ayam terlihat berada di bagian tengah kerumunan.
Terlihat pula bentangan terpal dan sejumlah kursi di sekitar lokasi.
Materi visual itu menunjukkan adanya aktivitas yang menyerupai arena sabung ayam. Meski demikian, belum dapat dipastikan kapan rekaman tersebut diambil dan apakah berkaitan langsung dengan rencana kegiatan pada 27 September 2026.
Informasi yang dihimpun menyebut peserta kegiatan tidak hanya berasal dari Kabupaten Kolaka.
Peserta disebut berasal dari sejumlah daerah, di antaranya Kabupaten Bombana, Kolaka Utara, Kota Kendari, Kota Palopo, Toraja, Kolaka Timur, Konawe, dan Morowali.
Jika informasi tersebut benar, pelaksanaan kegiatan berpotensi meningkatkan mobilitas orang dan kendaraan menuju Desa Pesouha.
Kondisi itu dikhawatirkan berdampak terhadap ketertiban dan kenyamanan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.
Rencana kegiatan tersebut juga mendapat keberatan dari sejumlah warga di Kecamatan Pomalaa.
Salah seorang warga mengatakan, kegiatan sabung ayam dengan jumlah peserta besar dikhawatirkan mengganggu ketenangan lingkungan, terlebih jika berlangsung hingga malam hari.
Menurutnya, masyarakat tidak mempersoalkan aktivitas warga selama tidak mengganggu lingkungan sekitar. Namun, kegiatan yang menghadirkan banyak orang dari luar daerah dinilai perlu mendapat perhatian.
“Kami keberatan kalau kegiatan seperti itu dilakukan dekat permukiman. Apalagi kalau pesertanya banyak dan berlangsung sampai malam. Kami ingin lingkungan tetap aman dan nyaman,” ujarnya.
Warga lainnya meminta pemerintah dan aparat tidak menunggu kegiatan berlangsung sebelum melakukan pengecekan.
Menurut dia, informasi mengenai rencana kegiatan pada 27 September sebaiknya segera ditelusuri agar masyarakat memperoleh kepastian.
“Kalau memang ada rencana kegiatan, sebaiknya dicek dari sekarang. Jangan sampai nanti sudah ramai baru aparat turun,” katanya.
Keberatan juga disampaikan warga lainnya yang menyoroti lokasi kegiatan yang disebut berada tidak jauh dari rumah ibadah.
Menurutnya, persoalan tersebut bukan hanya menyangkut dugaan perjudian, tetapi juga kenyamanan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.
“Yang kami khawatirkan itu keramaiannya. Kalau lokasinya dekat rumah warga dan rumah ibadah, tentu harus dipertimbangkan juga dampaknya. Kami berharap pemerintah melihat persoalan ini dengan serius,” ujarnya.
Ketiga warga tersebut berharap pemerintah dan aparat penegak hukum memastikan kondisi di lapangan sebelum kegiatan yang diinformasikan bakal berlangsung pada 27 September tersebut terlaksana.
Selain jumlah peserta, nilai taruhan yang disebut dalam informasi masyarakat juga menjadi perhatian.
Kegiatan tersebut diperkirakan dapat mencapai sekitar 60 pertandingan. Nilai taruhan disebut berkisar antara Rp20 juta hingga Rp150 juta untuk setiap pertandingan.
Namun, informasi tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Perdetiknews belum memperoleh bukti transaksi atau keterangan dari pihak yang terlibat yang dapat memastikan nilai taruhan tersebut.
Karena itu, informasi mengenai taruhan tersebut masih ditempatkan sebagai dugaan dan informasi awal dari masyarakat.
Warga juga menyampaikan bahwa aktivitas sabung ayam di wilayah Kecamatan Pomalaa disebut telah berlangsung berulang.
Bahkan, terdapat informasi yang menyebut kegiatan tersebut berlangsung hampir setiap hari.
Informasi ini masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pemerintah desa, masyarakat sekitar, maupun aparat penegak hukum.
Jika benar berlangsung secara rutin, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai pengawasan terhadap aktivitas di lokasi tersebut.
Rencana kegiatan pada 27 September 2026 membuat perhatian masyarakat kini tertuju pada aparat keamanan dan pemerintah setempat.
Aparat diharapkan dapat memastikan kebenaran informasi mengenai rencana kegiatan tersebut, termasuk lokasi, penyelenggara, jumlah peserta, serta ada atau tidaknya unsur perjudian.
Sebab, keberadaan pertandingan sabung ayam tidak dengan sendirinya membuktikan adanya perjudian. Dugaan perjudian harus didukung dengan bukti mengenai adanya taruhan dan unsur lain yang memenuhi ketentuan hukum.
Perdetiknews juga belum menyimpulkan bahwa orang-orang yang terlihat dalam rekaman merupakan pelaku perjudian.
Laporan ini disusun berdasarkan informasi masyarakat serta materi foto dan video yang diterima redaksi. Konfirmasi dari penyelenggara, pemerintah setempat, dan aparat penegak hukum masih diperlukan untuk memastikan informasi tersebut.
Di tengah rencana kegiatan yang disebut bakal berlangsung pada 27 September, keresahan warga menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian, terlebih lokasi yang diinformasikan berada di lingkungan permukiman dan dekat dengan rumah ibadah.
Editor: Ixan



Tinggalkan Balasan