KENDARI – Bagaimana kehidupan pertama kali muncul di Bumi? Pertanyaan tersebut hingga kini masih menjadi salah satu misteri terbesar dalam ilmu pengetahuan.
Salah satu hipotesis yang terus menarik perhatian ilmuwan adalah panspermia, gagasan bahwa kehidupan atau bahan pembentuk kehidupan bisa saja datang ke Bumi dari luar angkasa melalui meteorit, komet, asteroid, atau material antariksa lainnya.
Namun, panspermia belum membuktikan bahwa kehidupan di Bumi benar-benar berasal dari luar angkasa. Hipotesis ini lebih jauh membahas kemungkinan bahwa kehidupan atau bahan-bahan penting untuk kehidupan dapat berpindah antarbenda langit.
NASA sendiri menempatkan asal-usul, evolusi dan distribusi kehidupan sebagai bagian penting dalam penelitian astrobiologi. Sejumlah penelitian NASA juga menunjukkan bahwa molekul organik dan komponen penting kehidupan dapat ditemukan pada meteorit.
Salah satu temuan yang menarik adalah keberadaan asam amino dalam meteorit kaya karbon. Asam amino merupakan molekul penting yang menjadi penyusun protein. Temuan tersebut menunjukkan bahwa sebagian bahan pembentuk kehidupan dapat terbentuk di lingkungan luar Bumi.
NASA juga mencatat bahwa sejumlah organisme di Bumi mampu bertahan dalam kondisi yang sangat ekstrem, termasuk suhu ekstrem, tekanan tinggi, lingkungan sangat asam, kekeringan dan paparan radiasi. Organisme semacam ini dikenal sebagai ekstremofil.
Kemampuan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa ilmuwan tertarik mempelajari kemungkinan kehidupan atau komponen kehidupan dapat bertahan dalam perjalanan antariksa.
Dalam kajian astrobiologi, bahkan ada penelitian yang secara khusus membahas kemungkinan material biologis atau prekursor kehidupan berpindah melalui debu, mikrometeorit maupun benda langit lainnya. NASA menyebut temuan mengenai prekursor asam amino yang mampu bertahan dalam kondisi luar angkasa sebagai salah satu hal yang mendukung kajian terhadap panspermia.
Tetapi ada satu hal penting: panspermia tidak menjawab pertanyaan tentang bagaimana kehidupan pertama kali tercipta.
Jika suatu saat terbukti kehidupan Bumi memang berasal dari luar angkasa, pertanyaan berikutnya justru akan semakin besar: dari mana kehidupan tersebut berasal?
Apakah dari Mars? Dari asteroid? Dari planet lain? Atau bahkan dari sistem bintang yang jauh?
Sampai saat ini, NASA menegaskan bahwa satu-satunya kehidupan yang telah diketahui secara pasti adalah kehidupan di Bumi. Pencarian tanda-tanda kehidupan di luar planet kita masih terus dilakukan.
Jadi, apakah manusia sebenarnya memiliki “asal-usul kosmik”?
Jawabannya belum diketahui.
Yang jelas, penelitian tentang panspermia membuat satu pertanyaan lama kembali menggema di dunia sains: apakah Bumi merupakan tempat pertama kehidupan muncul, atau hanya salah satu tempat yang pernah menerima benih kehidupan dari kosmos?




Tinggalkan Balasan