KONAWE SELATAN – Aktivitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU 74.933.20 Desa Amoito, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, menjadi sorotan setelah muncul unggahan warga di media sosial yang mempertanyakan penggunaan barcode milik konsumen untuk transaksi pengisian BBM.

Dalam unggahan yang beredar, seorang warga membagikan tangkapan layar yang memperlihatkan informasi SPBU 74.933.20 serta tampilan transaksi pengisian BBM. Unggahan tersebut kemudian mendapat sejumlah tanggapan dari warga lain yang mengaku pernah mengalami atau mengetahui persoalan serupa.

Salah satu pengguna media sosial, Jhun Zahra, dalam komentarnya menyebut adanya dugaan operator mengambil foto barcode konsumen ketika melakukan pengisian BBM.

Menurut keterangannya, barcode tersebut diduga kemudian digunakan kembali ketika antrean kendaraan berikutnya melakukan pengisian.

“Operatornya itu, pada saat kita mengisi dia foto barcode kita. Pas pengantri yang masuk berulang kali, dia pakai barcode orang lain,” tulisnya dalam kolom komentar.

Komentar tersebut mendapat respons dari sejumlah pengguna lainnya. Bahkan, ada warga yang mengaku persoalan serupa disebut terjadi berulang kali.

Salah seorang pengguna lain menyarankan agar aktivitas pada telepon genggam operator diperiksa untuk mengetahui apakah terdapat banyak foto barcode konsumen yang tersimpan.

Namun, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen dan belum bisa menjadi bukti bahwa telah terjadi penyalahgunaan barcode oleh operator SPBU.

Dalam percakapan di kolom komentar, muncul pula pengakuan warga yang menyebut dirinya biasa melakukan pengisian BBM di SPBU Unaaha, tetapi pernah menggunakan barcode miliknya di SPBU Ranomeeto.

Warga lainnya bahkan mengaku pernah mengalami pemblokiran barcode setelah melakukan pengisian di lokasi tersebut. Dalam komentar, ia menyebut ketika menanyakan cara membuka kembali akses tersebut, dirinya diarahkan untuk menghubungi layanan Pertamina.

Ada pula komentar yang mengimbau masyarakat lebih berhati-hati ketika menunjukkan barcode kepada petugas SPBU.

Seorang pengguna menyarankan agar konsumen membuat barcode sendiri melalui aplikasi MyPertamina dan tidak memberikan akses barcode kepada orang lain di luar keluarga terdekat.

Ia juga mengingatkan konsumen agar memperhatikan proses pemindaian barcode dan tidak sembarangan membiarkan barcode difoto.

Yang lebih serius, salah satu komentar juga menyebut adanya dugaan permintaan uang kepada konsumen terkait penggunaan barcode.

Seorang pengguna menulis bahwa terdapat permintaan Rp10 ribu untuk satu kali pengisian. Akan tetapi, informasi tersebut juga masih sebatas klaim dalam komentar media sosial dan belum mendapat konfirmasi dari pihak SPBU maupun Pertamina.

Karena itu, dugaan tersebut perlu ditelusuri lebih lanjut untuk mengetahui apakah benar terjadi praktik demikian, siapa yang terlibat, serta apakah aktivitas tersebut berkaitan dengan mekanisme resmi penyaluran BBM atau justru merupakan tindakan oknum.

Beredarnya berbagai komentar tersebut membuat masyarakat meminta Pertamina memberikan penjelasan mengenai mekanisme penggunaan barcode pada transaksi BBM di SPBU 74.933.20.

Pertamina juga dinilai perlu melakukan pengecekan terhadap riwayat transaksi, penggunaan barcode, perangkat yang digunakan operator, serta rekaman CCTV apabila diperlukan untuk memastikan apakah terdapat ketidaksesuaian antara konsumen yang melakukan pengisian dengan transaksi yang tercatat dalam sistem.

Jika benar terdapat penggunaan barcode konsumen tanpa persetujuan, hal tersebut perlu ditelusuri karena dapat merugikan konsumen sekaligus berpotensi mengganggu ketepatan pencatatan penyaluran BBM.

Sebaliknya, apabila setelah pemeriksaan tidak ditemukan pelanggaran, klarifikasi resmi dari pihak Pertamina dan pengelola SPBU penting disampaikan kepada masyarakat agar informasi yang beredar tidak berkembang menjadi tuduhan tanpa dasar.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pengelola SPBU 74.933.20 maupun pihak Pertamina mengenai tudingan yang berkembang di media sosial tersebut.

Editor: San

60 / 100 Skor SEO