Jakarta – Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei menyerukan penguatan produksi dalam negeri dan pengurangan ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah tekanan ekonomi akibat rentetan sanksi baru Washington. Mojtaba menyebut langkah tersebut penting untuk menghadapi berbagai persoalan ekonomi Iran.

Untuk diketahui, Wakil Presiden JD Vance menyatakan bahwa prioritas utama AS dalam konflik dengan Iran adalah menurunkan harga minyak dan bensin bagi rakyat Amerika. Sedangkan upaya mencegah Teheran memperoleh senjata nuklir, sebut Vance, kini menempati urutan kedua.

Sikap yang lebih keras ini berbeda dengan penyataan Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent pada 4 Agustus lalu, ketika dia mengatakan kepada media CNBC bahwa kesepakatan dengan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dapat dicapai dalam hitungan hari.

IKLAN BARIS PERDETIKNEWSIKLAN
R2000 GARAGE Rawat Mobilmu, Nikmati Perjalanannya
Jasa

R2000 GARAGE Rawat Mobilmu, Nikmati Perjalanannya

Perawatan mobil dengan layanan profesional dan teknologi diagnostik modern.

Diagnosa Akurat
Teknologi Canggih
Layanan Profesional
Performa Optimal

Tersedia berbagai layanan perawatan dan pemeriksaan kendaraan.

R2000 CareFree Sunday
Treat Your Car, Enjoy Your Sunday.

Informasi layanan dan harga dapat ditanyakan langsung.

📍 Jl. Brigjen Katamso No. 3, Baruga, Kendari
📲 Hubungi Pemasang
ANEKA KUKUSAN
Umum

ANEKA KUKUSAN

Nikmati aneka kukusan dengan harga mulai Rp2.000.

🌽 Jagung — Rp2.000
🥔 Kentang — Rp3.000
🥚 Telur Rebus — Rp3.000
🍠 Ubi Oranye — Rp2.000
🍠 Ubi Ungu — Rp2.000
🍌 Pisang Rebus — Rp2.000
🍠 Ubi Kayu — Rp2.000
🍠 Talas — Rp2.000

Murah • Sehat • Lezat • Bergizi

📍 Depan RSUD Bahteramas
📲 Hubungi Pemasang

Komentar-komentar tersebut mendorong kenaikan bursa Wall Street dan penurunan harga minyak.
Pada Juli lalu, Departemen Keuangan AS memperluas sanksi-sanksi yang menargetkan jaringan pelayaran dan keuangan Iran, menyusul serangan baru Teheran terhadap kapal-kapal internasional di Selat Hormuz.

Seruan Mojtaba Khamenei

Dilansir Anadolu Agency dan Press TV, Sabtu (29/8/2026), Mojtaba dalam pernyataan terbarunya, mencetuskan bahwa peningkatan ketergantungan pada produksi dalam negeri Iran dapat menjadi kunci untuk mengatasi masalah ekonomi Iran.

Dia juga menyerukan pengurangan secara bertahap atas peran dominan dolar Amerika dalam perekonomian negaranya.

Dalam pesan yang disampaikan untuk memperingati Pekan Pemerintah Iran, Mojtaba mendesak pemerintah memberikan “perhatian serius” terhadap berbagai tantangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang saling berkaitan, termasuk inflasi, pengangguran, pengendalian harga, dan pengaturan pasar barang dan jasa.

“Kunci utama untuk mengatasi semua persoalan ini terletak pada peningkatan ketergantungan terhadap produksi dalam negeri,” cetus Pemimpin Tertinggi Iran tersebut.

Dia menyerukan sejumlah langkah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan investasi, dan mengarahkan investasi ke sektor-sektor yang penting dan memberikan manfaat. Selain itu, dia mendorong peningkatan produksi serta pengurangan ketergantungan terhadap dolar secara bertahap. Pada akhirnya, seluruh kebijakan “ekonomi perlawanan” diharapkan menjadi prioritas utama dalam agenda ekonomi pemerintah Iran.

Pasokan Kebutuhan Pokok
Mojtaba yang belum muncul ke depan publik sejak menjabat pada awal Maret lalu, juga menekankan pentingnya memastikan pasokan barang kebutuhan pokok dan barang khusus yang memadai. Dia menambahkan jika produksi dalam negeri belum mencukupi, maka impor harus dimanfaatkan secara “tepat dan bijak”.

Menurut Mojtaba, upaya mendorong produksi dan mengelola impor serta harga dapat secara bertahap mengurangi “titik-titik kelam” dalam perekonomian Iran, hingga masalah tersebut hilang sepenuhnya.

Seiring langkah Washington memberlakukan sanksi-sanksi tambahan untuk melumpuhkan perekonomian Teheran, nilai tukar Rial Iran merosot ke rekor terendah. Terbaru terhadap dolar AS di pasar bebas pekan ini, menembus angka 2.000.000 Rial per dolar AS.

Teknologi dan Inovasi
Lebih lanjut, Pemimpin Tertinggi Iran ini menyebut “penerapan teknologi dan inovasi yang diusulkan oleh kalangan elite muda Iran” sebagai isu penting. Dia menilai pemanfaatan hal itu secara tepat waktu dapat menghasilkan kemajuan signifikan di sektor pertanian, industri, komunikasi, pendidikan, dan sektor lainnya.

Mojtaba juga memuji pemerintahan Presiden Masoud Pezeshkian selama masa perang, yang disebutnya mampu menyediakan barang dan berbagai layanan yang dibutuhkan oleh rakyat, memperbaiki fasilitas penting yang rusak dan mengelola pasokan energi di tengah “pembatasan dan konspirasi musuh Amerika Zionis” dan “intensifikasi sanksi dan blokade”. Mojtaba memuji Pezeshkian sebagai Presiden yang “tulus dan penuh perhatian”.

Dalam pernyataannya, Mojtaba juga menyerukan langkah-langkah untuk menjaga “persatuan dan memelihara kohesi sosial”.

“Tidak diragukan lagi, setiap pernyataan yang mematahkan semangat dan melemahkan motivasi nasional maupun publik, dan segala bentuk dikotomi semu — seperti perang atau negosiasi, konsensus atau ekstremisme, kompromi atau hasutan perang — yang di masa lalu telah memicu kerugian langsung atau tidak langsung bagi rakyat kita tercinta, dapat menimbulkan dampak serupa di masa mendatang,” sebutnya.

“Oleh karena itu, saya menegaskan bahwa melakukan tindakan apa pun yang merusak kohesi sosial adalah dilarang,” tegas Pemimpin Tertinggi Iran tersebut.

sumber: detik news

65 / 100 Skor SEO