KONAWE UTARA — Bukan pemandangan biasa. Di tengah hamparan kawasan pertambangan di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Merah Putih berkibar gagah di atas tiang beton setinggi 35 meter.
Bendera berukuran 6 x 9 meter atau sekitar 54 meter persegi itu berdiri di antara dua bendera perusahaan di kawasan site PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (AKP).
Pantauan Perdetiknews.com, tiga tiang bendera tersebut menjadi titik yang mencolok di kawasan site. Dari kejauhan, Merah Putih terlihat menjulang dengan latar langit biru, perbukitan hijau hingga bentang laut.
Bendera berkibar kuat diterpa angin di kawasan terbuka.
Pemandangan itu terasa semakin kuat karena Merah Putih berdiri di tengah kawasan yang didominasi tanah merah dan aktivitas pembangunan.
Ada kontras yang menarik dari pemandangan tersebut.
Di bawahnya, tanah merah menjadi bagian dari lanskap aktivitas industri. Di sekelilingnya terdapat jalan dan kawasan kerja. Di kejauhan terlihat hutan yang masih menghijau dan perairan dengan sejumlah kapal.
Sementara di tengah semua itu, Merah Putih berkibar tinggi.
Bukan sekadar menjadi dekorasi HUT ke-81 Republik Indonesia, keberadaan bendera raksasa tersebut menghadirkan simbol nasionalisme di tengah aktivitas dunia kerja dan industri.
Ukuran bendera menjadi salah satu hal yang membuatnya menarik perhatian.
Merah Putih yang dikibarkan memiliki ukuran 6 meter x 9 meter dengan luas sekitar 54 meter persegi.
Sedangkan tiang beton yang menopangnya mencapai 35 meter.
Dengan ukuran tersebut, bendera terlihat jelas dari kawasan sekitar site ketika berkibar diterpa angin.
Dua bendera perusahaan juga berdiri di sisi kiri dan kanan Merah Putih.
Komposisi tiga bendera tersebut menghadirkan pesan visual yang kuat: identitas perusahaan berdampingan dengan simbol negara.
Kemerdekaan tidak hanya dirayakan di halaman kantor pemerintahan.
Semangat itu juga hadir di tempat masyarakat bekerja.
Di kawasan industri, para pekerja menjalankan aktivitasnya setiap hari dengan tuntutan keselamatan, kedisiplinan dan profesionalisme.
Karena itu, pengibaran Merah Putih di tengah site menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya berbicara soal angka produksi dan aktivitas ekonomi.
Ada manusia yang bekerja di dalamnya.
Ada daerah yang ikut berkembang.
Dan ada Indonesia yang menjadi rumah bersama.
Dari udara, keberadaan tiga tiang tersebut semakin terlihat jelas.
Tiang-tiang menjulang di atas kawasan site, sementara para pekerja berkumpul di bawahnya.
Merah Putih berada di posisi tengah.
Pemandangan itu memberikan gambaran sederhana tentang semangat kebangsaan yang hadir di tengah aktivitas industri.
35 meter ke atas, Merah Putih berkibar.
Di bawahnya, para pekerja menjalankan tugas.
Sebuah gambaran bahwa nasionalisme tidak selalu harus diwujudkan dengan kata-kata.
Kadang, cukup dengan memastikan Merah Putih tetap berkibar di tempat kita bekerja.
Konawe Utara merupakan salah satu wilayah di Sulawesi Tenggara yang berkembang dengan aktivitas industri dan pertambangan.
Di tengah perkembangan tersebut, simbol kebangsaan tetap memiliki tempat.
Merah Putih yang berkibar di site AKP menjadi pengingat bahwa aktivitas industri juga berlangsung dalam bingkai Indonesia.
Bagi pekerja, bendera itu bisa menjadi sumber semangat.
Bagi perusahaan, menjadi bagian dari suasana peringatan kemerdekaan.
Dan bagi siapa pun yang melihatnya, ada satu pesan yang sulit diabaikan:
Di mana pun kita bekerja, Merah Putih tetap menjadi identitas kita.
Kini, dari kawasan site PT Adhi Kartiko Pratama di Konawe Utara, Merah Putih menjulang 35 meter ke langit.
Ukurannya besar.
Pemandangannya mencolok.
Tetapi pesan yang dibawanya sederhana:
Indonesia bekerja. Indonesia membangun. Indonesia tetap berkibar. Indonesia Maju.
Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia. 🇮🇩
Pantauan Media Perdetiknews.com






Tinggalkan Balasan