KONAWE UTARA, – Dugaan persekongkolan dalam proses tender proyek pembangunan Jembatan Sambandete di Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra) kini menjadi sorotan publik.

Aparat penegak hukum diminta bergerak cepat untuk mengusut tuntas indikasi pengaturan pemenang lelang pada proyek bernilai Rp 60 miliar tersebut.

​Desakan kuat ini disuarakan oleh Koalisi Aktivis Mahasiswa, Pemuda, dan Ormas Sulawesi Tenggara (KOMPAS SULTRA).

Mereka mencium adanya kejanggalan sejak tahap awal pengadaan hingga pelaksanaan fisik di lapangan yang dinilai lambat dan tertinggal dari target.

​”Kami meminta seluruh proses pengadaan, pelaksanaan, hingga pelaporan progres pekerjaan diaudit secara menyeluruh. Jika benar terdapat penyimpangan ataupun persekongkolan, maka seluruh pihak yang terlibat harus diproses sesuai hukum yang berlaku tanpa pandang bulu,” tegas Koordinator KOMPAS SULTRA, Andri, S.H., Senin (29/6/2026), dilansir dari kendariviral.com.

​Andri menjelaskan bahwa proyek infrastruktur strategis dengan anggaran fantastis ini tidak boleh luput dari pengawasan hukum.

KOMPAS SULTRA mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta kejaksaan untuk segera turun tangan memeriksa seluruh pihak terkait.

​Pemeriksaan menyeluruh ini diharapkan menyasar jajaran Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sultra, Kepala Satuan Kerja PJN Wilayah II, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3, hingga pihak kontraktor pelaksana.

Selain dugaan kongkalikong tender, aktivis juga mengendus adanya ketidaksesuaian antara laporan progres di atas kertas dengan kondisi riil di lapangan.

​Persoalan ini dipastikan akan berbuntut panjang. Internal KOMPAS SULTRA Divisi Data dan Pelaporan, Yongki Ardiansyah, menegaskan pihaknya siap mengawal kasus ini ke ranah hukum yang lebih tinggi.

Dalam waktu dekat, gerakan massa akan dikerahkan untuk menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di dua titik strategis, yakni di tingkat daerah Sultra dan tingkat pusat di Jakarta.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak BPJN Sultra maupun kontraktor pelaksana proyek Jembatan Sambandete belum memberikan keterangan resmi.

Redaksi masih terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait untuk mendapatkan klarifikasi lebih lanjut.

​(ds/detik)

Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, S.E., M.M.
Provinsi Sulawesi Tenggara
Polling aktif
Ikut Polling →
dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM
Kota Kendari
Polling aktif
Ikut Polling →
Yusran Akbar
Kabupaten Konawe
Polling aktif
Ikut Polling →
La Ode Darwin
Kabupaten Muna Barat
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Amri Jamaluddin, S.STP., M.Si.
Kabupaten Kolaka
Polling aktif
Ikut Polling →
Irham Kalenggo, S.Sos., M.Si
Kabupaten Konawe Selatan
Polling aktif
Ikut Polling →
Rifqi Saifullah Razak, S.T.
Kabupaten Konawe Kepulauan
Polling aktif
Ikut Polling →
Drs. H. Nur Rahman Umar, M.H.
Kabupaten Kolaka Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
Drs. H. Bachrun, M.Si
Kabupaten Muna
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Muhammad Adios, S.Sos
Kabupaten Buton Selatan
Polling aktif
Ikut Polling →
Dr. H. Azhari, S.STP., M.Si
Kabupaten Buton Tengah
Polling aktif
Ikut Polling →
Alvin Akawijaya Putra, S.H.
Kabupaten Buton
Polling aktif
Ikut Polling →
Afirudin Mathara, S.H., M.H.
Kabupaten Buton Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
Ir. H. Burhanuddin, M.Si.
Kabupaten Bombana
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Haliana, S.E.
Kabupaten Wakatobi
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Yusran Fahim, S.E.
Kota Baubau
Polling aktif
Ikut Polling →
Dr. H. Ikbar, S.H., M.H.
Kabupaten Konawe Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Yosep Sahaka, S.Pd., M.Pd
Kabupaten Kolaka Timur
Polling aktif
Ikut Polling →
57 / 100 Skor SEO