KENDARI — Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia menegaskan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 merupakan agenda besar milik seluruh komponen bangsa, bukan sekadar milik instansi pemerintah atau BPS semata.

Guna menyukseskan hajat nasional sepuluh tahunan tersebut, BPS secara resmi menerjunkan sedikitnya 251.000 petugas sensus terlatih yang bergerak serentak di seluruh wilayah Indonesia mulai Senin (15/6/2026).

Langkah kolosal ini menandai dimulainya hari pertama pendataan lapangan yang dipusatkan secara nasional di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sebagai tuan rumah pencanangan.

Meskipun Kota Kendari diguyur hujan sejak pagi hari, pelepasan ratusan ribu petugas ini tetap berjalan penuh komitmen demi mewujudkan target penyediaan mahadata (big data) ekonomi yang akurat, mutakhir, dan tepercaya.

Data agregat yang dikumpulkan nantinya akan dikembalikan kepada pemerintah daerah sebagai fondasi utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.

Pengerahan 251.000 petugas di tingkat nasional ini juga menjadi garda terdepan dalam memotret struktur serta karakteristik ekonomi Indonesia yang dinamis, termasuk menyisir sekitar 280.000 unit usaha yang ada di Sulawesi Tenggara. Para petugas dibekali metode khusus door-to-door untuk mendatangi setiap rumah warga secara spasial.

Pendekatan jemput bola ini sengaja dipilih agar seluruh aktivitas ekonomi, mulai dari korporasi besar di gedung megah hingga pedagang kaki lima dan usaha rumahan yang tidak tampak di permukaan, dapat tercatat sepenuhnya tanpa ada yang terlewat.

Mengingat pentingnya agenda ini bagi masa depan pembangunan nasional, BPS mengimbau seluruh elemen masyarakat, pelaku usaha mikro, kecil, hingga besar untuk menyambut para petugas dengan baik.
Masyarakat diharapkan dapat mendukung penuh kerja para petugas lapangan dengan menerapkan prinsip sederhana “TIR”, yaitu Terima petugasnya, Isi datanya dengan benar dan jujur, serta tidak perlu khawatir karena Rahasia data individu dijamin sepenuhnya aman oleh undang-undang.
Sinergi kolektif dari tingkat kepala daerah hingga masyarakat luas menjadi kunci utama agar data yang dihasilkan benar-benar berkualitas demi mendorong kebangkitan ekonomi nasional. (red)
10 / 100 Skor SEO