Kendari – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Jenderal Pol. (Purn.) Tito Karnavian melayangkan sentilan keras kepada para kepala daerah di seluruh kawasan Sulawesi. Tito mengingatkan agar komunikasi di wadah Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) tidak sekadar menjadi formalitas di atas kertas, melainkan harus dihidupkan lewat pertemuan rutin demi menjaga stabilitas wilayah.
Mantan Kapolri ini menegaskan, proyek pembangunan sehebat apa pun di daerah dipastikan tidak akan pernah bisa berjalan jika situasi keamanan tidak kondusif akibat pejabatnya hobi berjalan sendiri-sendiri tanpa koordinasi.
“Mewujudkan keamanan adalah bagian dari hasil kekompakan Forkopimda. Dasar hukumnya sudah ada dalam undang-undang dan peraturan pemerintah. Karena itu, forum ini harus benar-benar dihidupkan melalui pertemuan rutin, baik formal maupun informal,” semprot Tito Karnavian saat memberikan arahan di Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Kendari, Sabtu (30/5/2026).
Tito menggarisbawahi bahwa masalah keamanan sering kali dianggap sebagai sesuatu yang biasa-biasa saja oleh sebagian pihak. Padahal, menurutnya, rasa aman adalah barang mahal yang menjadi fondasi paling utama bagi keberhasilan pembangunan ekonomi maupun kesejahteraan masyarakat.
Maka dari itu, ia meminta para gubernur, bupati, hingga wali kota di Sulawesi membuang jauh-jauh ego sektoral. Para kepala daerah dituntut mampu membangun chemistry dan ikatan emosional yang kuat dengan instansi samping, seperti TNI, Polri, hingga kejaksaan.
“Yang tidak kalah penting adalah membangun ikatan emosional yang kuat di antara unsur Forkopimda, dengan kepala daerah sebagai pemimpinnya,” tegas Tito.
Sentilan Mendagri ini sejalan dengan arahan Menko Polkam Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago yang turut hadir dalam kegiatan silaturahmi tersebut. Djamari memperingatkan para pejabat daerah agar tidak membiarkan masalah berlarut-larut dan segera menyelesaikannya di tempat secara kompak.
Terlebih, situasi geopolitik dunia saat ini sedang tidak menentu dan berpotensi memberikan dampak langsung pada dinamika kehidupan masyarakat di daerah.

“Tugas kita adalah membangun bangsa. Yang pertama, pembangunan tidak mungkin berjalan apabila kondisi daerah tidak kondusif. Yang kedua, pembangunan juga tidak akan berhasil apabila tidak dilaksanakan secara bersama-sama dan kompak oleh seluruh unsur yang ada di daerah,” kata Djamari.
Dalam kesempatan tersebut, Menko Polkam juga menyampaikan salam hangat dan ucapan terima kasih langsung dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kepada seluruh jajaran Forkopimda di Sulawesi yang sejauh ini dinilai telah bekerja keras menjaga keamanan wilayah.
Di sisi lain, Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti yang juga ikut dalam rombongan memaparkan bahwa kekompakan Forkopimda di Sulawesi berbuah manis terhadap sektor riil. Terbukti, di tengah krisis global, perekonomian regional Sulawesi mencatatkan tren pertumbuhan yang sangat baik dan berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Acara pengarahan strategis ini dihadiri langsung oleh tuan rumah Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, bersama para kepala daerah se-Sulawesi. Tampak hadir pula jajaran petinggi hukum dan pertahanan wilayah, di antaranya Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko dan Kapolda Sultra.
(Ikhsan)
- berita politik sulawesi terbaru
- djamari chaniago kendari
- Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka
- keharmonisan tni polri pemda
- mendagri sentil kepala daerah
- pembangunan ekonomi sulawesi bps
- peran kepala daerah mendagri
- rapat forkopimda se sulawesi
- stabilitas keamanan daerah tito
- tito karnavian forkopimda sulawesi



Tinggalkan Balasan